Rabu, 28 Maret 2018

Partai Anjing

Aku punya ide bikin partai baru ,Namanya partai anjing.
Logo gambar partai,  garis segilima.Tengahnya gambar anjing.
Orang-orang brengsek yang suka makan uang rakyat, Harus masuk ke partai anjing.
Orang-orang jujur disingkirkan perlahan-lahan,  kerjaanya partai anjing.
Habisin anggaran pajak, dari uang rakyat dan rakyat dikorbankan kerjaannya partai anjing.
Maen perempuan dan yang suka jalan-jalan merapat ke partai anjing.
Bikin undang-undang biar rakyat kebingungan, itulah partai anjing ...

                         ~Ikhsan Skuter~

Hallo...
Serangkaian kata diatas hanyalah sedikit gambaran sistem politik yang terjadi di Indonesia , dimana semuanya saling sikut - menyikut demi mengejar kekuasaan . Mekanisme ilmu bar-bar selalu diperlihatkan kepada rakyat, dimana yang kuat akan selalu menindas yang lemah dan yang lemah akan semakin tertindas.

Sistem Politik Indonesia adalah sebuah sistem politik yang berlaku di Indonesia. Faktor yang mempunyai nilai abadi sebagai fundamen dan merupakan konsekuensi pendirian Negara  Indonesia, seperti filsafat Negara dan lain sebagainya, dalam banyak hal. Walaupun bersifat transcendental tapi sudah nyata diterima sebagai suatu kenyataan kiranya perlu dipertimbangkan pengaruhnya terhadap sistem politik Indonesia.

walaupun dipergunakan pendekatan yang menyisihkan pengaruh falsafah sebagai hasil aktivitas merenun-renung.Kemudian dapat diuraikan lebih lanjut bahwa pada sistem politik Indonesia akan ditemui faktor lingkungan yang mempengaruhinya.  Suatu sistem, termasuk sistem politik, harus secara terbuka pengaruh dari lingkungannya, disamping juga dapat mengubah lingkungannya.

Maka dari itu saya pribadi mengamati, dan memandang semua organisasi internal maupun eksternal di Indonesia , baik itu ormas,organisasi muslim atau parpol . saya katakan semua adalah organisasi yg tersusun, tertata, rapih , baik dan  memiliki AD-ART masing-masing dengan visi misi yang telah diciptakan untuk mambangun organisasi itu. Tetapi terkadang yang membuat salah pada zaman ini , dimana  citra (nama) organisasi besar selalu dijadikan tameng dan alat produksi oleh segelintir oknum yg tidak bertanggung jawab untuk menghasilkan suatu keuntungan pribadi ataupun kelompok , lagi-lagi suatu kepentingan individu yang di buat oleh oknum tertentu yang mengakibatkan dampak begitu besar. Bukan berbicara kualitas lagi tetapi kuantitas yang dijual ...

Sistem Negara ini pun seperti itu karena ada suatu perundingan maka akan muncullah suatu kepentingan individu ataupun kelompok. Kita dapat merasakan dampak yg dibuat:
1. timur leste memisahkan diri dari NKRI
2. SDA kita dikuasai oleh pihak asing
3. UUD 1945 dijadikan tameng untuk kepentingan kapitalisme ( pemodal)
4. Kapitalisme berlomba-lomba untuk investasi , menguasai setiap sudut NKRI
5. Sistem pemerintah lebih pro terhadap pihak asing dibandingkan dengan rakyatnya .
6. Dari sistem yg di sebabkan pemerintah maka muncullah akibat yg dibuat , dan mengakibatkan kegelisahan rakyat terhadap penjajahan oleh pihak asing.
7. Tuan rumah yang selalu tunduk dengan pendatang .
8. Menjadikan ketergantungan pihak asing pada saat ini.
9. Efek SDM asing sudah dirasakan
10. Masyarakat ekonomi ASEAN adalah suatu pintu kehancuran bangsa .

Masih banyak lagi dampak dari sebab dan akibat pemerintahan dalam menjalankan sistem yang tidak sesuai dengan nilai ideologi kita yaitu PANCASILA, dimana nilai - nilai pancasila  seharusnya mengajarkan , menuntun & sebagai pedoman bangsa  Indonesia dalam menerapkan dan menjalankan suatu sistem pemerintahan negara dengan baik & harus pro terhadap rakyatnya . Ini seakan ideologi kita tidak berjalan dengan rull yang telah di gariskan dalam nilai Pancasila ,  dimana rakyat saat ini masih saja merasakan kemiskinan , kelaparan dan kesensaraan yang telah diakibatkan oleh sistem yang saat ini sedang dijalankan. Jauh dari kata KESEJAHTERAAN & KEADILAN yang di rasakan oleh suatu warga negara (rakyat) pada hari ini.

Kita ketahui makna nilai sila ke-5 yaitu Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Tidak benar-benar berjalan dalam  situasi  hari ini melihat  kondisi bangsa ini yang sudah mulai goyang dan berpencar.

Contoh : Hari ini Budaya gotong royong semakin memudar karena tergerus oleh zaman globalisasi , bisa saja budaya itu akan hilang selamanya dari bangsa ini. Karena sistem yang telah memunculkan budaya individualisme bukan sosialisme ? Siapa yang harus disalahkan ketika keadaan Indonesia saat ini sedikit goyang dan genting?
Bisa saja ramalan tahun 2030 benar-benar terjadi , apakah bangsa Indonesia sudah siap akan hal itu ? Perang bisa saja datang dan pergi , masa depan tidak akan ada yang tau. Tetapi seharusnya mengatasi situasi masa depan kelam , pemerintah harus memciptakan, membangun dan mewujudkan bangsa yang Cerdas untuk  menghadapi situasi yang di takuti oleh suatu bangsa yaitu PERCERAIAN & KEHANCURAN negaranya.

Negara ini belum MERDEKA , kemerdekaan bangsa bukanlah hanya pengakuan negara lain dan sejarah saja . Tetapi KEMERDEKAAN seutuhnya suatu bangsa harus sepenuhnya dirasakan oleh seluruh rakyatnya & maka KEMERDEKAAN seutuhnya haruslah MERDEKA100% bung!!!

Orang pintar di Indonesia ada ratusan, puluhan bahkan ribuan . Tapi ingat pintarnya ngapain dulu, pintar ngibulin atau ngebohongin orang mah banyak wkwkwkkw
Tetapi orang CERDAS di Indonesia jarang bahkan langkah yaaa ,setiap ada orang Cerdas pasti pelan-pelan di singkirkan karena terlalu berbahaya dan menganggu kepentingan suatu oknum tertentu.

So ngeri kalo kita mengamati politik yang terjadi hari ini , sebenarnya gampang yaaa. Siapapun yang jadi presiden atau dari parpol manapun kenapa engga kita bersatu dan bersama membangun , mensejahterahkan dan mengubah sistem negara menuju yang terbaik dan berkeadilan terhadap seluruh rakyat indonesia . Tanpa harus berantem dan bergesekan karena keegoisan kepentingan semata.

satu negara , satu rumah dan satu lingkungan, kenapa tidak bersatu , berjuang dan merebut negara kita dari jajahan pihak asing . SDA kita rebut & mengusir pihak asing , niscaya rakyat akan sejahterah, negara akan MERDEKA100%!!

Rabu, 21 Maret 2018

This is The World

Keberadaannya nampak cantik dan berkilau di mata masyarakat duniawi kini, yang setiap langkah diatur &  dipenuhi 1001 kemanisan penipuan.

dikata ok = rakyat kata ok.
Menyesal tak sudah ,semuanya musnah.

yang disangka penolong pembangunan untuk masyarakat, malah menjadi luka yang begitu pedih.

Kemewahan hidup menjadi asas pembangunan ekonomi dunia, namun yang didapat ternyata suatu keburukan.

Bank adalah anak kesayangan ,sistem ekonomi kapitalisme yang mengajarkan manusia menganut keuntungan dunia sebanyak-banyaknya tanpa memikirkan keadilan & kesejahteraan makhluk hidup yang lainnya.

             Sungguh kejam visi misimu !!!!

Negara Paman Sam ( Amerika Serikat) kembali sekarat. Di awal tahun ini, terhitung kali kelima pemerintah mengambil kebijakan Goverment Shutdown. Shutdown? Iya, Mati ( OFF ).

Baru satu tahun memimpin, Mr.Trump telah membuat kebijakan untuk menutup dan menghentikan sementara pelayanan publik oleh pemerintah. Ratusan ribu pekerja federal AS tidak akan bisa bekerja, Para pekerja federal pada lembaga-lembaga yang dianggap 'tidak esensial' akan dirumahkan sementara. Tanpa mendapat bayaran, hingga penutupan diakhir.

Sedangkan para pekerja federal pada lembaga-lembaga esensial terkait keamanan nasional, militer AS akan tetap bekerja namun tanpa bayaran.

Gedung Putih, di adakan Kongres AS, Departemen Luar Negeri dan Pentagon akan tetap beroperasi, namun beberapa staf mungkin harus cuti tanpa bayaran.

                          Apa penyebabnya???

Penyebabnya adalah pembahasan rencana anggaran federal Amerika Serikat (AS) yang berujung buntu dengan tidak tercapainya kesepakatan antara Partai Republik (pro pemerintah) dan Partai Demokrat di Senat.

Goverment Shutdown adalah produk demokrasi Negeri Paman Sam yang muncul pertama kali tahun 1990 yang menambah deretan fakta aib dan kecacatan besar sistem ekonomi kapitalisme. Tak hanya di negeri pengekspor demokrasi, di Indonesia sendiri yang sudah puluhan tahun mengimpor sistem kapitalis juga sering tak tepat dalam menetapkan anggaran dan kebijakan.

Menjadikan hak rakyat kecil terabaikan, Selain sistem pemerintahan dan ekonomi. Indonesia juga mengimpor banyak sistem kebijakan, dan
pemikiran ideologi kapitalis yang diratifikasi dari PBB.

Ya, PBB.
PBB yang didalamnya adalah  Amerika serikat dan bolokurowonya , berperan besar mengendalikan anggota-anggotanya dan yang memiliki hak veto. Contoh Kasus itu , telah terjadi di indonesia tahun 2013.

Kalian masih ingat Pekan kondom Nasional tahun 2013 lalu  ?

Acara bagi-bagi kondom pada pelaku seks , yang beresiko menyerap & menghabiskan Dana APBN sebesar 23 milyar? Itu ialah, kebijakan Menteri Kesehatan yang menuai kontra pada saat itu . Dengan meratifikasi kesepakatan PBB soal HIV-AIDS, juga meniru event tahunan pemerintah Amerika Serikat.      

                  "National Condom Week".
                 (Pekan Kondom Nasional)

Sustainable Development Goals (SDG's ) sebagai lanjutan dari Millennium Development Goals (MDG's), dan banyak Undang-undang plus kebijakan lainnya yang dibuat oleh Presiden kita hari ini atau pun yang sebelum-sebelumnya. Sebenarnya bukan muncul murni dari kecerdasan mereka, Tapi karena negeri ini dipaksa mengimpor ideologi kapitalisme beserta perangkatnya.

Di Amerika Serikat sendiri, sistem kapitalisme ini sudah membuat negaranya berkali-kali mengalami krisis. Bahkan banyak pakar ekonomi yang menyebutkan setiap 5 tahun sekali negeri yang masih disebut adi daya ini mengalami krisis.

Tahun 2017 lalu, Amerika telah mencetak rekor mempunyai utang nasional tertinggi melampaui produk domestik bruto (PDB).

Jumlah utang Amerika mencapai 19.947 miliar dollar Amerika per Januari 2018.

Ideologi kapitalisme yang tegak di bumi Hollywood ini juga sudah 'tuwuk' menzalimi rakyatnya, bahkan rakyat dari negeri-negeri pengimpornya.

Jumlah gelandangan di Amerika Serikat hingga akhir tahun 2016, seperti dikutip dari Departemen Perumahan dan Pembangungan Perkotaan. Mencapai 550.000 jiwa, Setara dengan populasi 47 kota di Turki.

Meski Negara pengekspor ideologi ini berupaya bertahan hidup dengan menghisap minyak, emas dan banyak kekayaan di negeri-negeri muslim, toh tak membuat jiwa sekarat negeri Amerika Serikat selamat.

Sejatinya Ideologi Kapitalisme beserta seperangkat sistemnya adalah racun-racun yang telah membunuh negara asalnya sendiri dengan perlahan.Lalu dipaksalah kaum muslim termasuk Indonesia untuk menenggaknya, akankah kita menjadi bodoh dengan apa yg mereka perbuat &  lalu mati bersama?

Berpuluh-puluh tahun racun itu sudah hampir membunuh peramunya , mengaliri darah ibu pertiwi.

Berpuluh-puluh tahun sudah negeri ini dirundung berbagai krisis akibat mengadopsi sistem kapitalisme.

Wahai alam raya.
Selamatkan bumi pertiwi dengan kemandirian nasional, bangun negara kemanusiaan, ciptakan sumber daya manusia dan rebut  sumber daya alam untuk kepentingan rakyat indonesia secara menyeluruh, berkeadilan & sejahterah.

Merdeka...
Merdeka...
Merdeka.

Kamis, 08 Februari 2018

Jabatan KARDUS

BUS pun siap berangkat, usianya sudah puluhan tahun itu, mulai membunyikan klaksonnya. Itu pertanda perjalanan panjang akan dimulai: Jakarta-pekalongan. Mustofa , yang duduk di sebelahku tak henti-hentinya memuji carier jabatannya. Kami duduk dengan posisi bangku penumpang untuk 2 orang. Aku dipojok dekat kaca bus itu, dan Mustofa berada di sampingku .

Mustofa baru saja naik pangkat. Ia tak sabar memamerkan pangkatnya itu pada kedua orang tuanya, juga orang-orang kampung. Karena itu, seragam birokrat itupun tak pernah dilepasnya.

Hati Mustofa berseru-seru, “Hei, kalian, inilah si mustofa ,  si anak desa yang cerdas dan pekerja keras itu. Akulah si pemuda yg sukses dijakarta yang kata orang, hidup disana tuh KERAS.kalo buatku biasa saja,  Karena aku tak malas seperti kalian, tak mudah menyerah, maka aku menang.”

Sampai di jati bening, beberapa penumpang baru mulai naik sehingga bus itu mulai sedikit penuh . Tiba-tiba duduk di depan bangku saya seorang gadis berkulit putih, halus, dan berparas cantik. Bibirnya tersenyum seakan meruntuhkan iman. Mustofa tak bisa mengalihkan pandangannya pada gadis ini.

Dan laki-laki birokrat itu, dengan pangkat dipundaknya, tak kuasa menahan tangannya yang sudah gatal untuk berkenalan. Dia memberanikan diri untuk duduk berdua dengan gadis itu , sedangkan aku duduk seorang diri. Dengan memperhatikan tingkah laku kawanku.

Co: “Perkenalkan, nama saya  mustofa, sering dipanggil Timbul” Tiba-tiba Mustofa memodifikasi namanya.

Ce : “Marsya Dresanalla” perempuan itu menyambut tangan Mustofa alias Timbul, tapi kelihatan agak lemas.

Co : “Mau ke pekalongan juga?”

Ce :“Iya, ada urusan di sana.”

Co : “Urusan apa? Kalau boleh tahu.”

Ce : “Urusan yang sangat penting: urusan Rakyat.”

Marsya merogoh kantongnya dan dikeluarkannya cokelat . Lalu ditawarkan ke Mustofa, dia langsung menerima tawaran itu.

Ce : “Anda seorang birokrat?”

Co :“Iya, saya bekerja di Kementerian Pariwisata. Sudah tiga tahun saya bekerja di sana. Kemarin, berkat kerja keras dan karunia Tuhan, saya naik jabatan. Ya, saya menganggap ini anugerah Tuhan.”

Ce : “ Anda sangat beruntung,” Marsya memuji dengan suara lemas.

Perbincangan berhenti. Marsya mulai bermain dengan ponselnya. Entah apa yang dilakukannya. Kelihatannya, ia agak menyesal duduk di samping manusia yang begitu bangga memikul pangkatnya itu.

Dan Mustofa  pura-pura beralih melihat keluar jendela. Sawah, ladang, bukit, serta perkampungan seakan lari berkejar-kejaran. Dalam hatinya berkecamuk perasaan yang tak bisa diredam lebih lama lagi: cinta. Ya, ia mulai terpikat dengan Marsya, gadis yang baru dikenalnya beberapa jam lalu.

Mustofa yakin, seragam yang dikenakannya, juga pangkat yang menempel di pundaknya, akan menaklukkan perasaan gadis itu. Kalau belum takluk juga, katanya di dalam hati, keluarkanlah Blackberry dari saku celanamu.

Tetapi Marsya tetap mengabaikannya. Malahan gadis itu sekarang mengeluarkan buku dari dalam tasnya. Lalu dibukanya buku itu , Ia seakan tenggelam dalam bacaan buku itu.

Mustofa, yang makin gelisah tak mendapat respon, mulai memberanikan diri.

Co : “Anda punya cita-cita mencari suami seorang pejabat?”

Ce: “Anda tahu, bung, pada abad ke-19 orang-orang di Eropa sana sudah menaklukkan petir agar sejalan dengan keinginan manusia. Lahirlah Bus , seperti yang kita tumpangi sekarang ini. Dan di Jakarta ini, kota terbesar di Republik ini, masih ada orang yang merasa dirinya hebat hanya karena seragam. Huhh, aku seperti hidup di jaman kolonial.”

Jawaban Marsya itu seperti petir yang menyambar kuping Mustofa. Tak disangkanya, ada perempuan yang tak takluk oleh seragam. Betapa malunya hati ini, pikirnya, seorang perempuan telah menampik kebanggaan hidupnya.

Mustofa memang bercita-cita jadi birokrat. Sejak dulu, ia melihat garis kehidupan itu seperti garis lurus: lahir, besar, sukses, menikah, kaya raya. Baginya, birokrat adalah jalan untuk mewujudkan cita-citanya itu. Ia sangat berharap, dengan suksesnya itu, orang tuanya menjadi bangga.

Kalo menurut gue sih lebih baik hidup apa adanya (sederhana), menjadi diri sendiri dan tetap bersyukur kepada sang pencipta. Orang tua pasti akan terima kita apa adanya. Mau gimanapun kita , sukses atau tidak sukses.  Mereka  pasti terima kita , karna bagaimanapun kau tetap darah dagingku , mereka hanya ingin kasih sayang dari seorang anak ketika ia sudah menjadi seorang yang lebih dewasa .

Kalo analogi gue : Kita harus tahu siapa orang itu, yang  berbicara dari mulutnya sendiri tentang kesuksesannya. Tapi orang lain tidak boleh tau siapa kita . Biarkan saja nanti mereka sendiri akan mengetahui siapa kita. Ria itu dilarang , menjadi pendengar yg bijaksana saja wkwkwkwk

Co: “Anda sendiri kerja di mana?” tanya Mustofa penasaran.

Ce : “Apa pentingnya pertanyaan itu kujawab. Tapi, kalau kau tetap mau tahu, saya bekerja sebagai manusia bebas.”

Co : “Hah, adakah pekerjaan seperti itu?” mustofa bertanya-tanya dengan sosok wanita itu.

Ce: “Ya, saya penulis lepas. Sesekali, kalau ada kebijakan pemerintah  yang tidak pro dengan rakyat , saya menjelma menjadi aktivis. Bagiku, manusia yang merdeka100%  itu adalah manusia paling ideal. Manusia-manusia yang merdeka100% dinegaranya sendiri, dengan senjata kritisisme di tangannya, adalah penyuluh pembebasan.”

Co : “Hehehe, rupanya demonstran toh,” balas Mustofa seakan mengejek.

Tak puas mengejek, Mustofa pun mulai melancarkan serangan tambahan, “Tapi kan aparatur negara itu juga pengabdian terhadap masyarakat. Kami bekerja untuk melayani rakyat. Tanpa tangan-tangan kami, negara ini mungkin sudah lumpuh. Bahkan, berbeda dengan kalian yang hanya pandai mengumbar kritik, kami bekerja dengan giat & tekun.”

Ce : “Ya, menjadi apparatur negara memang sebuah pengabdian. Saya sangat menaruh hormat kepada mereka yang benar-benar berdedikasi terhadap bangsa dan rakyat. Tapi, ingatlah, tak sedikit juga diantara mereka yang mengejar seragam apparatur negara karena motif gaji dan status sosial di sekitar lingkungannya. Mereka menghalalkan korupsi, kolusi dan nepotisme demi motif itu. Apa itu yang di sebut pengabdian masyarakat ? kalo uang rakyat saja selalu birokrat grogoti untuk kepentingannya”

Co : “Apa yang salah dengan mencari gaji? Toh, tak ada manusia yang tak bisa hidup tanpa gaji. Jangan dikira kami bisa hidup, juga keluarga kami, kalau tak ada gaji. Tapi, harus anda ingat, gaji bukanlah motif paling pokok. Kami memang ingin mengabdi.”

Ce : “Hei, tahukah kau bung, 70-an persen anggaran APBN itu hanya belanja rutin. Itu sebagaian besar untuk membiayai apparatur, ya, termasuk kau itu. Sedangkan belanja modal, yang menyangkut pembangunan, hanya 12-an persen. Kalau dasarnya kalian adalah pengabdian, maka tak perlu kinerja kalian menyedot sebegitu besar uang negara yg seharusnya untuk rakyat. Bukankah ajaran moril para pendiri bangsa mengatakan, kalau rakyat kenyang, biarlah para abdi negara kenyang belakangan. Kalau rakyat lapar, maka biarkanlah para abdi negara lapar duluan.”

Mustofa benar-benar terpojok. Ia sama sekali tak punya jurus untuk menangkis penjelasan Marsya. Di benaknya muncul gugatan: “Hei, Mustofa, jangan kau bangga dengan seragammu itu, apalagi pangkatmu itu, tidakkah kau ingat bahwa kebanyakan koruptor di negeri ini adalah orang-orang berseragam dan berpangkat.”

Marsya terus berceramah. Ia bilang, banyak orang berseragam hidup bak menara gading, terpisah & menyimpang jauh dengan rakyatnya. Anehnya, dia menambahi, mereka merasa status-sosialnya jauh di atas rakyat kebanyakan. Alih-alih menjadi abdi negara, terhadap rakyat saja mereka sengaja membuat jarak. Perbedaan kelas yang seharusnya tidak ada karena dalam ideologi negara yaitu Pancasila,  sila ke-5 "keadilan sosial bagi seluruh  rakyat indonesia" sudah mencerminkan yang seharusnya bahwa tidak ada perbeadaan antara warga negara indonesia semua mempunyai hak berkehidupan yang adil , sejahterah dan dilindungi oleh negaranya. Nyatanya ?

Ia juga bercerita, priyayi-priyayi di masa lalu begitu bangga menjadi ambtenar-ambtenar ( birokrat) di administrasi kolonial. Pramoedya Ananat Toer menggambarkan watak mereka: beku, rakus, gila hormat, dan korup.

Badan Mustofa makin lemas. Bukannya berhasil menaklukkan hati sang gadis di depannya, malahan kepercayaan dirinya yang diruntuhkan. Ia seakan kembali ke masa silam: masa ia membangun cita-citanya. Dia akhirnya memejamkan mata dan berdoa semoga 1 jam lagi sampai ketujuan ..

Siapa yg ingin menjadi Birokrat?

Terbentuknya Negara adalah Karena ada suatu wilayah, rakyat, dan pengakuan dari negara -negara lain. Kebijakan Pemerintah harus lebih pro dengan rakyat, bukanlah pro terhadap pendatang . ketika semua kepentingan memanfaatkan nama rakyat alih-alih menjadikan kepentingan itu untuk isi kantongnya sendiri dan yang menjadi korban selalu Rakyat.  gue memnyatakan bangsa ini belum Merdeka walaupun sudah ada pengakuan dari negara lain, tetapi tidak butuh itu saja . MERDEKA harus 100%, pemerintah harus mementingkan sepenuhnya hak rakyat tentang kesejahteraan dan keadilan yang merata terhadap rakyat . Karena uang rakyat seharusnya dari rakyat untuk rakyat, kalo politiknya seperti ini gimana mau maju. Wong kekuasaan dijadikan alat produksinya 😁😁😁😁😁

Jangan lemah dan tunduk didepan birokrat, nanti di injek-injek harga dirimu. Ketika benar dan tidak melanggar aturan lawan 😎

Bekasi, jumat 9 febuari 2018

Senin, 29 Januari 2018

NEGERIKU dari Timur

Selamat malam Indonesiaku.
Hallooo, siapa di sini yang hobi makan junk food,  traveling , & shoping ? Kontras sekali ya pemandangannya dengan keadaan fakir miskin , pengamen dan pengemis yang memiliki keterbatasan akses kebutuhan primer. Fenomena inilah yang bisa kita kenal dengan ketimpangan sosial. artikel ini menceritakan ketimpangan sosial yang terjadi di Indonesia pada era globalisasi , kawan-kawan pembaca ikutin & simak yaa karena materi ini menurut saya sangat penting untuk kawan-kawan ketahui.

Di era tanpa batas (globalisasi seperti saat ini), ketimpangan sosial menjadi dampak yang sulit dihindari di suatu masyarakat. Hal ini pun akan menimbulkan permasalahan sosial. Di suatu negara, misalnya pengangguran, bukan sekadar dampak dari minimnya pendidikan dan kemampuan seorang individu. lebih dari itu, pada hari ini yg terjadi KMK2 (Keputusan Menteri Keuangan ) Meninggalkan tahun 2017, laporan-laporan, statistik, dan berita-berita yang menunjukkan keberhasilan pemerintah  dikeluarkan. Tidak sedikitpun laporan-laporan ini mengulas yang hal-hal buruk.Semua orang bisa bernafas lega melewati tahun 2017 tanpa menyadari negeri ini sedikit demi sedikit akan tergerus zaman .

Melihat angka-angka penurunan kemiskinan yang telah dikeluarkan Menteri Keuangan, mata mereka bisa menatap penuh optimis tahun yang akan datang. Tidak perlu ada yang dirisaukan, semua seolah biasa-biasa saja dan tidak ada apa-apa. Abaikan yang burukambillah yang baik, Begitulah sekilas apa yang digambarkan mereka. Laporan BPS menyebutkan bahwa tingkat kemiskinan dari Maret-September 2017 menurun , Ini ditandai dengan menurunnya penduduk miskin dari 26,77 juta pada Maret menjadi 26,58 juta pada September 2017 , Semua bergembira & senang melihat pencapaian ini.

Bagaimanapun,ditengah kondisi perekonomian yang tidak stabil seperti ini,setiap pencapaian sangat memuaskan bagi kelas penguasa. Selain itu, kabar seperti ini akan sangat berguna bagi kelas penguasa untuk memberikan penjelasan kepada rakyat tertindas bahwa sistem kapitalis meyang mereka pertahankan ini masih punya vitalitas.
Namun apa maksud dari penurunan angka kemiskinan ini?

Apakah dengan menurunnya angka kemiskinan ini kapitalisme berhasil menyelesaikan kemiskinan dan ketimpangan?Sebelum menjawab pertanyaan itu,ada baiknya kita mengetahui fakta-fakta ini lebih jauh.Bila kita menggunakan kategori orang miskin menurut BPS,pada tahun 2017 kategori orang yang terbilang miskin jika pendapatan perkapita perbulan adalah Rp375.000.Dengan kata lain,satu keluarga miskin,dengan dua orang anak, tidak akan disebut miskin bila  penghasilannya diatas Rp1,5 juta. Bila angka Rp375.000 dibagitiga puluh hari , maka satu orang dipaksa hidup dengan Rp12.500 perhari. ibarat memaksa seseorang untuk hidupdengan 4 buah pisang/ 1kg singkong sehari.

Menurut saya Jauh lebih buruk dibanding hidup orang utan yang ada dikebun binatang. Belum lagi ketika keluarga miskin dihadapkan dengan kebutuhan lain yang mendadak, seperti pendidikan, sakit, bencana alam, keluarga yang meninggal, dsb. mereka akan sulit bertahan dan sering kali mereka berhutang untuk menutupi kebutuhan ini.Seperti lingkaran setan, ketika kebutuhan mendadak ini berhasil diselesaikan,kebutuhan membayar hutang akan menambah beban barubagi mereka. membuat sulit bagi mereka untuk lepas dari jerat kemiskinan.Sering kali tindakan kriminalitas diambil untuk mengatasi kesulitan ekonomi ini.Bila buruh-buruh diperkotaan saja sulit bertahan hidup dengan angka diatas Rp3jutaan , bagaimana bisa BPS menetapkan angka Rp375.000?

Bila kita mengacu pada batasan Bank Dunia, seseorang dikategorikan miskin apabila pendapatan perkapita perbulan Rp780.000. Jadi kalau menggunakan batasan Bank Dunia angka kemiskinan diIndonesia jauhlebih besar dari pada apa yang digambarkan pemerintah Sementara simiskin terus hidup dalam kemiskinan, berbeda dengan segelintir orang yang menikmati kekayaan.Data yang mencerminkan ketimpangan ekonomi,seperti persentase porsi kekayaan, rasiogini, serta penguasaan aset,menunjukkan perbaikan dalam rentang waktu 2-3 tahun terakhir. Artinya, kesenjangan berkurang.

Namun, bila dititik lebih jauh,angka-angka ini masih menunjukkan ketimpangan yang masih tinggi. Rasiogini, koefisien yang menunjukkan kesenjangan pendapatan dan kekayaan, misalnya, turun dari 0,414 pada Maret 2014 menjadi 0,393 pada Maret 2017. Angka ini tetap tinggi dibandingkan tahun 1999, yaitu 0,308. Itu artinya, kondisi ketimpangan masih tinggi dibanding periode paska krisis1999. Tidak hanya diIndonesia saja ketimpangan ini terjadi. Bahkan berdasarkan survei yang sama mengatakan bahwa 1% orang terkaya mengusai 49% kekayaan dunia.Pada tahun 2017,hasil survei OxfamInternational menyebutkan bahwa Indonesia menduduki peringkat keenam dalam kategori ketimpangan distribusi kekayaan terburuk didunia.Mereka merilis laporan bahwa empat orang terkaya diIndonesia memiliki kekayaan yang sebanding dengan kekayaan 100 juta rakyat miskin.Itu artinya 45,4 persen porsi kekayaan diIndonesia dikuasai 1 persen orang terkaya ini.

Angka ketimpangan ini juga tercermin dalam Laporan Distribusi Simpanan Bank Umum
Lembaga Penjamin Simpanan.Sekitar 64 persen dari total Rp5.279 triliun simpanan yang ada diperbankan Indonesia dikuasai oleh 0,2 persen segelintir orang kaya. Bahkan,bila melihat data Forbes,laju pertumbuhan 40 orang terkaya diIndonesia empat kali lebih cepat dari pada pertumbuhan ekonomi nasional pada 2006-2016.

Pada periode yang sama juga,jumlah pundi-pundi 40 orang terkaya diIndonesia tercatat tumbuh 317 persen, sementara pendapatan perkapita masyarakat hanya tumbuh 52 persen.Jurang yang begitu dalam ini menunjukkan bahwa sebagian besar kekayaan masyarakat mengalir kesegelintir orang penting di negeriku . Inilah masyarakat kelas, dimana sekarang kita hidup.

Marx mengatakan bahwa akumulasi kekayaan disatu kutub pada saat yang sama adalah akumulasi penderitaan dikutub yang lain. Pernyataan ini telah diungkapkan lebih dari 150 tahun yang lalu dalam bukunya Kapital. Bila pernyataan ini menggambarkan fenomena kapitalisme selama Marx hidup,maka bisa dikatakan ,situasi kapitalis mehari ini tidak banyak berubah. Justru kontradiksi-kontradiksi inisemakin menajam.Kontradiksi utama dalam sistem kapitalisme adalah kepemilikan pribadi dan sifat sosial dari produk.

kapitalisme itu sendiri. Kapitalisme telah mengubah sifat-sifat individu dari sebuah komoditas.Bila dulu pengerjaan sebuah komoditas jadi, jaket misalkan, itu dilakukan dalam satu bengkel produksi, maka sekarang kita akan sulit menemukan hal demikian. Sekarang sebuah komoditas tidak bisa diklaim sebagai milik individu, karena setiap partikel komoditas dikerjakan secara terpisah dipabrik-pabrik tertentu yang melibatkan banyak buruh.Kaum borjuis sekarang hanya menikmati aliran laba mereka, karena setiap detail dari produksi dilakukan oleh kaum buruh.

Kelas ini hanya hidup dari menghisap keringat dan darah kelas buruh.Hak kepemilikan pribadi
yang melekat pada kelas ini merupakan halangan terbesar bagi kemajuan umat manusia. Bila kekayaan kelas ini digunakan untuk kesejahteraan sosial, maka sangat mungkin ketimpangan dan kemiskinan bisa dihapuskan. Oleh karenanya ketimpangan dan kemiskinan hanya bisa dihancurkan bila kelas-kelas sosial dalam masyarakat dihancurkan. Selama lebih daridua abad kekuasaannya kapitalisme tidak mampu menyelesaikan ketimpangan ini. Alih-alih menyelesaikan, kapitalisme semakin menajamkan jurang ketimpanganini.Alat-alat produksi dan bahan-bahan kebutuhan hidup tersedia.

Semua unsur produksi dan kekayaan masyarakat ada dan berlimpah. Tapi karena mereka tunduk pada kepemilikan borjuis, maka segala barang kebutuhan ini tidak diciptakan untuk memenuhi kebutuhan manusia.Barang-barang kebutuhan ini diproduksi secara anarki.Bilau tau standar hidup mayoritas masyarakat dipangkas, maka tingkat konsumsi menurun. Bila demikian, barang-barang ini menjadi berlimpah, dan justru karena berlimpah,dalam sistem kapitalisme, seperti apa yang dikatakan Fourier,“ kelimpahan menjadi kesengsaraan dan kekurangan”. Kekuatan produksi yang besar seperti ini,tidak bisa dikendalikan ditangan kepemilikan borjuis. Kekuatan ini mengharuskan kontrol masyarakat terhadap alat-alat produksi.

Kekuatan produksi yang besar ini, bila ia mengabdi pada umat manusia akan menjadi sumber pembebasan umat manusia sesungguhnya. Bedanya ialah,seperti apa yang dikatakan Engels , seperti antara kekuatan merusak dari listrik pada badai halilintar, dengan listrik yang terkendali pada telegraf dan lampu bohlam. antara kebakaran besar, dengan api yang mengabdi pada manusia”. Inilah sebenarnya tujuan dari revolusi sosialis , membebaskan umat manusia dari belenggu penindasan dan ketimpangan dengan membebaskan kekuatan produksi masyarakat ini dari anarki kapitalisme dan meletakkannya kedalam tangan kelas buruh,satu-satunya kelas yang bekerja dan menciptakan kekayaan pemodal.

Minggu, 31 Desember 2017

Orang Miskin di Larang Sakit

Hello..
Good Morning, I will start my life history in 2018, 2017 thanks to give me the impression and deepest meaning of a feeling. my past is very difficult, and in the end I can get out of that zone with a sincerity..
Saya  akan Mengawali tahun 2018  ,dengan  itu ditahun 2018 ini saya ingin menambah sejarahku ditahun ini , dan mengawasi serta mengkritik  setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah .  akan saya tuangkan gagasan dan kritik saya melalui sebuah tulisan dengan merasakan kegelisahan saya terhadap sistem pemerintahan yang tidak pro dengan rakyat , melihat kondisi situasi daerah maupun situasi nasional . (Kalo menceritakan kamu nanti aja , ngebahas negara dulu) wkwk 😊

Hay kamu .
anak muda harus memiliki jiwa semangat muda, mulailah membuat sejarah mu , agar suatu saat nanti ketika kamu sudah tumbuh menjadi  orang tua dan bahkan nenek & kakek . Kamu bisa menceritakan sejarahmu kelak  kepada cucu dan anak-anak mu 😀 ✊👊

Penulis merasakan memiliki kegelisahaan terkait sistem Kesehatan di Indonesia saat ini,   melihat  realita sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat , Maka penulis ingin menulis artikel yg berjudul " Orang Miskin di Larang Sakit". Setiap orang pasti pernah sakit dan pernah bersinggungan dengan petugas kesehatan dan obat-obatan. Setiap orang yang pernah sakit pasti pernah juga merasakan mahalnya biaya pengobatan. Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin dan hidup pas-pasan ketika mereka sakit dan harus berobat ?

UUD Pasal 29 tahun 2009 tentang kesehatan
"bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945"

Berbicara Indonesia , tidak terasa indonesia sudah merdeka selama 72 tahun lamanya . Tetapi sampai saat ini seakan sistem yg diterapkan di Indonesia masih belum bisa dikatakan baik melihat realitas yang terjadi di Indonesia ,  disini saya akan menceritakan bobroknya suatu sistem pemerintah yang di terapkan dalam bidang kesehatan.  Menurut saya sistem kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah  saat ini ialah sistem yang pragmatis dan bobrok ,dimana pihak Rumah sakit sudah tidak mementingkan nilai sosialisme kepada seorang pasien. Melainkan memandang secara sistem kapitalisme. Bisa dibilang ketika seseorang  sedang sakit  dan ingin berobat disuatu rumah sakit  swasta atau daerah , pihak rumah sakit akan menanyakan terlebih dahulu disaat  pasien ingin mendaftarkan dirinya terhadap RS ,pihak rumah sakit pasti akan menanyakan ingin  mengunakan asuransi atau menjadi pasien umum. Ketika pasien menggunakan asuransi akan ditanya oleh birokrat mengunakan asuransi pemerintah atau swasta . Pihak rmh sakit terkadang akan menolak pasien yang menggunakan asuransi pemerintah dibandingkan asuransi swasta . Dari sini aja kawan - kawan udah kebayang  sistem pemerintah seperti apa, Kurang lebih seperti itu 😁

Artinya adanya suatu pengambilan sikap yang diambil oleh pihak birokrat terkait dengan melarang asuransi pemerintah masuk didalam sistem rmh sakit mereka , dibandingkan birokrat lebih membuka dan merespon dengan asuransi swasta.  Karena sudah sedikit hilang rasa kepercayaan pihak RS terhadap pemerintah. saat ini pihak rumah sakit banyak yg lebih hati hati menyeleksi para pasien , karena mereka menggunakan sistem kapitalisme . Dimana akan mencari untung sebanyak"nya tidak ingin tau menau terkait dengan kondisimu bagaimana . Bahasanya gini.

"ada uang saya layani dengan baik , tidak ada uang maaf dan silakan pergi. "

Kalo dipikir secara logika sistem kesehatan diindonesia , tidak lagi memanusiakan manusia & tidak mementingkan bagaimana pelayanan, penanganan serta kesembuhan  si pasien . Padahal mereka adalah pelaksana jasa  kesehatan kepada masyarakat . Dimana didalam UUD 1945 tentang kesehatan adalah Hak dasar  bagi warga negara Indonesia. Boro -boro sejahterah untuk memikirkan makan saja terkadang masyarakat  terkendala , apalagi untuk membeli obat dan biaya rumah sakit yang harganya bisa selangit. 😁 Undang -undangnya tertera dibuku negara dan secara APBD dipisahkan untuk kesehatan sekitar 20% dari APBN indonesia. tetapi secara implementasi dan fasilitas tidak sesuai seakan membuat pertanyaan , ada apa dengan pemerintah??  Seharusnya  pemerintah lebih bisa menggurusi dan  Hak dasar warga negara Indonesia dengan sistem kesehatan yang baik dan memberikan kesejahteraan yang layak terhadap rakyat indonesia. sebagai makhluk sosial  harus saling membantu ara sesama . Menurut gue diera globalisasi yang sangat cangih dan modern saat ini adanya sebuah perubahan sikap manusia tanpa kita sadari bersama .

Perubahan sikap itu dari yang bersosialisme berganti menjadi materialisme, Dan uang menjadi tuhan kedua pada saat ini.
Jiwa - jiwa kepekaan terhadap realita sosial & kepedulian antara sesama makhluk sosial semakin meredup dan akan menuju kepada kegelapan( hilang). Adanya sifat Individualisme saat ini , dimana yang kaya akan menjadi kaya raya dan yg miskin akan semakin miskin. Ngeri yaaa bosss 😁😁🤘
#hati- hati kegerus sistem nih.

Perbedaan si miskin dan sikaya semakin terlihat mencolok , terbukti adanya kesenjangan dan kegoyangan BHINEKA TUNGGAL IKA,  saat ini di indonesia . Karena jiwa individualistik & materialistik tumbuh pesat mengikuti arus sistem kapitalisme yang sudah mengerogoti dari kalangan  apapun dan golongan manusia pada saat ini. 

Kondisi kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan yang buruk membuat kesehatan menjadi sesuatu yang mahal. Harga obat dan rumah sakit membumbung tinggi tanpa adanya kontrol. Adanya penyakit malah membuat banyak pihak yang terkait dengan badan-badan kesehatan mendapat untung. Pelayanan kesehatan didasarkan atas berapa tebal kantong kita sanggup membayar demi kesembuhan kita. Selain biaya pengobatan yang tinggi dunia kesehatan kita juga diperburuk dengan beredarnya obat-obat palsu, selain itu penyakit juga dijadikan sebagai alat pelindung bagi para koruptor yang akan menjalani persidangan hingga luput dari tuntutan jaksa.

Siapa yang menjadi korban keburukan sistem pelayanan kesehatan yang buruk tersebut ? 

Menurut saya faktor miskinlah yang menjadi korban,  Uang dapat menjadi tuhan kedua & persepsi seseorang  terhadap orang miskin, yang menimbulkan pengaruh pola pikir masyarakat sekitar terhadap simiskin makin buruk. Mereka tidak pernah mendapat layanan kesehatan yang maksimal sementara orang-orang kaya (berduit )dengan mudahnya menikmati fasilitas pengobatan yang terbaik di rumah sakit internasional dengan fasilitas bak hotel berbintang.  Kapitalis medis sudah bermain di indonesia , karena sistem yang sangat mudah untuk pemodal masuk kedalam negara indonesia untuk mendirikan usaha di indonesia. disadarkan betapa buruknya sistem kesehatan di Indonesia yang tak adil dan diskriminatif.

Saya akan menjelaskan kebijakan pemerintah yang menurut saya ,kebijakan ini tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada tahun 2010 Pemerintah mengeluarkan kebijakan dibidang kesehatan yaitu jaminan kesehatan :

JAMKESDA(jaminan kesehatan daerah)  ●JAMKESNAS( jaminan kesehatan nasional)

Dari 2 jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat,  masih banyak pro dan kontra terkait sistem kesehatan ini. permasalahan yang kerap terjadi di Rumah sakit , seperti banyak penolakan Rumah sakit terkait dengan kartu asuransi pemerintah yang digunakan pasien untuk berobat dan selanjutnya masalah utama  kebijakan ini adalah  suatu proses secara  administrasi pembayaran (ganti rugi) oleh pemerintah terhadap pihak RS yang telah digunakan oleh pasien dengan kartu jaminan kesehatan pemerintah,  pemerintah terkesan lelet terhadap proses pembayaran uang ganti rugi terhadap RS yang telah memberikan pasien berobat menggunakan kartu jaminan kesehatan,  gejolak inilah yang menjadi suatu masalah antara pemerintah dengan Pihak  rumah sakit .

4 tahun kemudian Dengan pemerintah berniat merevolusi melalui bidang kesehatan pada tahun 2014 dikeluarkanlah kartu asuransi BPJS ( badan penyelenggaraan jaminan sosial) dimana bpjs ini adalah subsidi silang antara pemerintah dengan masyarakat. Artinya  dana yang didapat berasal dari iuran masyarakat perbulan yg harus di bayarkan , besar dan kecilnya iuran disesuaikan dengan kelas 1 S.d 3.

Terkait adanya kelas yang diterapkan dalam sistem BPJS , Saya sendiri menolak akan hal itu dan tidak sepakat terkait adanya pengukuran si kaya dan si miskin melalui kelas per kelas BPJS. Dimana-mana sebagai kartu jaminan kesehatan yang dikelolah pemerintah seharusnya secara implementasi kesejahteraan kesehatan di lindungi  dan menjadi tanggung jawab oleh negara.  indonesia itu  menurut gue" bersatu kita tangguh & kuat , bercerai kita terkikis oleh jaman kapitalisme di era globalisasi   " suatu Hak dasar warga negara ketika  berbicara kesehatan, tertera jelas didalam UUD 1945. Saya pribadi menginginkan   hapus sistem BPJS terkait adanya kelas perkelas yang tertera sebagaimana tidak sesuai  dengan pancasila ke 3" keadilalan sosial bagi seluruh bangsa indonesia" ✊ jadi masyarakat indonesia mempunyai hak dasar kesehatan sesuai denga UUD 1945.

Dari kebijakan jaminan kesehatan pemerintah yang terkadang tidak bertanggung jawab kepada masyrakat dan pihak" tertentu yang berhubungan dengan kebijakan ini. Secara tidak langsung pihak rumah sakit sudah tidak percaya lagi  kepada pemerintah terkait dengan adanya asuransi kesehatan yg diluncurkan pemerintah , berupa sebuah kartu yang katanya itu (kartu sakti) . Hahaha sebenarnya dampak dari ketidak percayaan RS terhadap pemerintah ialah masyarakat lagi - lagi yang harus menjadi korbannya dari sistem yang bobrok ini.
banyak orang miskin terlantar nantinya karena untuk menggunakan BPJS saja tidak bisa. Siapa yg harus disalahkan????

Sebuah gambaran sedikit dari saya  ini adalah sebuah realita di RS  tanpa saya gambarnya nama RS itu,  orang miskin menggunakan kartu BPJS kelas 3 ,  dengan proses yg menurut saya  bertele - tele . Ini SDMnya yg kurang ahli atau memang SDMnya terlalu pintar sehingga seperti itu.🤔  Saya gambarkan 2 pasien yang menggunakan bpjs dan pasien umum mengurus proses administrasi pasien dan kamar rawat inap secara berdampingan,  pasien yg menggunakan BPJS menanyakan kamar rawat inap , "birokrat menjawab kamar penuh tunggu diugd aja", tetapi berbeda ketika orang yg disamping bpk menggunakan bpjs terdaftar sebagai pasien umum, respon birokrat berbeda jauh dengan respon yg sebelumnya dengan si miskin. Artinya ada pilih -memilih menentukan pasien yg miskin di acuhkan yang kaya di instankan wkwkwkw padahal sesuai SOP  tidak sesuai, birokrat kaya gini yang menjadi benalu negara wkwkwk

Zaman globalisasi atau bisa dibilang "kids zaman now" . Menurut saya  dijaman modern ini "Tanpa disadari mau tidak mau masyarakat sudah menjadi korban liberalisasi medis dan kapitalisme rumah sakit kesehatan ". Karena para kapitalis sudah mulai menggerogoti sistem dibidang kesehatan indonesia. Walaupun secara visi dan misi  tujuan Rumah Sakit ialah tempat menolong, menyembuhkan dan mengobati  masyarakat yang sedang sakit. Tujuan itu sekarang di nomer duakan oleh pihak RS tersebut, pihak RS lebih mementingkan nilai materi pasien dibanding memberikan pelayanan yang berkualitas , dan cepat..

Perbedaan RS.daerah VS RS.swasta.  adalah :

- Sumber Daya Manusia dan tidak adanya tenaga ahli serta prasarana medis, kurang memadahi karena kebanyakan  ( RS.daerah )bersertifikat C yang minim sekali secara pengobatan medis karena dari segi prasarana kurang memahami

- RS.swasta secara fasilitas diatas dari RS.daerah. bersertifikat lesensi kesehatan paling kecil B , memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai, fasilitas menjanjikan , kualitas dokter bagus, banyak tenaga ahli.

Menurut saya kalo dari pandangan secara segi kualitas  RS.swasta lebih baik dari RS.daerah yg dimiliki oleh pemerintah,  kenapa harus kualitas  Rs.swasta yang menjanjikan  dibandingkan dengan RSUD daerah. Kenapa tidak RSUD daerah yang bisa lebih baik secara kualitas, kalo dipikir -pikir yang mempunyai sistem siapan? Apakah pihak pemodal atau pemerintah . Jelas pemerintah indonesia yang telah menerapkan sistem ini,Tetapi seperti pemerintah tunduk terhadap kaum kapitalisme untuk membangun investasi yang sebanyak- banyaknya di Indonesia.  Karena ada suatu perundingan yang membuat pemerintah seakan tunduk walaupun kita tau pemerintah yang memegang sistem saat ini. Secara penyampean pemerintah terhadap masyarakatnya , ada pembagian dana APBN sekitar 20% untuk kesejahteraan kesehatan. Tapi tidak sesuai apa yang telah diterima rakyat indonesia dari kebijakan itu . Lucu yaaa rakyatnya di bohongin terus. Wkwkw untung engga di bohongin kekasih 😁😁 ups, I'm single wkwkwkwk

kenapa pemerintah tidak mengambil sikap dan  memikirkan jangka panjang terkait dengan  kemajuan , kualitas ,dan fasilitas  RS di setiap Daerah sehinga semua masyarakat sama rasa sama rata dalam mendapatkan suatu pelayanan pemerintah dalam bidang kesehatan.

Dengan itu saya akan mencontohkan 2 negara yang menurut saya membuat revolusi secara kebutuhan dan sejahterah bagi rakyatnya. Saya mengambil negara Venezuela dan Cuba. negara kecil yang mempunyai masa lalu hampir sama dengan indonesia . Negara Venezuela dan Cuba adalah negara yang perah dijajah oleh inggris . Dan fase itu mereka lalu sampai kefase ini. mendorong terobosan kesejahteraan kesehatan untuk rakyatnya. Kenapa di Indonesia tidak bisa mengikuti 2 negara kecil itu?

sistem kesehatan Venezuela menerapkan  dokter  untuk  mendatangi setiap  pasien yang membutuhkan pertolongan medis dirumahnya, jadi  tidak memaksakan proses pengobatan harus dirumah sakit dirumah pun bisa dilakukan proses pengobatan secara medis . langkah ini menurut saya adalah suatu terobosan untuk masyarakat yang benar- benar membutuhkan pertolongan medis. Kalo diterapkan di indonesia pasti banyak tontonan disetiap rmh , tau sendiri jiwa kepo warga indonesia besar 😁😁 maunya ikut campur biar dapet imbalan wkwkwkwk

Sedangkan negara Cuba menerapkan sistem kesehatan dengan berani menciptakan  alat medis cangih & modern yang dibutuhkan oleh Rumah sakit di negaranya . Dana dari menciptakan alat medis ,  berasal dari pemerintah membiayai dengan dana APBN negaranya sebagai pengembangan  kualitas Sumber Daya Manusianya.

Seandainya kebijakan itu diterapkan oleh Indonesia , secara kesehatan di sediakan dan difasilitasi oleh pemerintah . Sedikit merdeka lah 😁, INDONESIA merdeka hanya di catatan sejarah dunia saja , di negaranya sendiri kalo saya boleh bilang memang rakyat merasakan kemerdekaan indonesia saat ini? Indonesia belum MERDEKA100% menurut saya, dari kesejahteraan rakyat pun belum dapat dipenuhi oleh pemerintah. rakyat justru yang menanggung beban menjadi korban dari kebijakan pemerintah.
#SAKIT ITU MAHAL , KALO BUAT GUE  👊

Bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang besar dan memiliki beberapa macam bahasa dan budaya. Ketika sistem pemerintah yang dikeluarkan tidak pro dengan rakyat hanya ada 1 kata . LAWAN!!!
Kita butuh kesejahteraan kesehatan , harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat karena sesuai dengan Hak dasar Warga negara.

#I'msosialisme ✊
#jangantundukpadapemerintah
#rakyatbukankerbauygditusukhidungnya
#bangkitdanmelawan!!

Minggu, 10 Desember 2017

Manusia yang Memanusiakan Manusia

Selamat malam , kali ini saya akan menceritakan terkait dengan tingkah prilaku Manusia antara manusia . Artikel ini menurut saya sangat baik & menarik untuk kawan kawan baca 😃 , karena sebagai makhluk sosial kita tidak akan bisa terlepas dari sosok orang lain . Iya engga sih , ada engga yang hidup tanpa bantuan orang lain (sebatangkara). Kalo hidupnya sendiri ? Antara dia gila,  buruk rupa dan memiliki karakter yang buruk terhadap manusia lain , makannya di jauhi oleh manusia yg lainnya dan hidup menyendiri hahahaha kalo saya sih alhamdulilah tidak dijauhin karena berteman dengan baik dan tidak ada dusta di antara kita  wkwkw apalagi kita memliki perasaan kepada lawan jenis , dan engga bisa sendiri pastinya untuk memulai suatu hubungan,harus ada yg menjembatani . Ya engga ? pokoknya makhluk sosial engga bisa hidup sendiri karena setiap kegiatan pasti membutuhkan teman untuk membantu 😁 dalam kontek ini engga ada yang saling mengandalkan dan memanfaatkan seseorang (teman) karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial dimanapun manusia berada pasti bersosial wkwkwkwk engga enak juga sih kalo hidup sendiri , kemana mana pasti bingung ,kaya hati gue 😁😁😁😁 eh jadi curhat . Cokelat just kiding🤣🤣 lanjut lagi yaa , dalam artikel ini gue akan memberi judul "Manusia yang Menanusiakan Manusia". Saik engga judulnya , bikin kalian berfikir arti manusia yang sesungguhnya kan 😁 tenang saya kasih sedikit pemaparan terkait dengan judul artikel ini, semoga yang membaca betah dan enjoy 👍😁

Apa sih arti Memanusiakan Manusia? Kata -kata itu begitu populer dan kerap diucapkan saat ini. Bahkan kita terkesan seolah - olah latah mengucapkan kata - kata tersebut.

Kata - kata "Memanusiakan Manusia" memang begitu indah. Maknanya pun sangat dalam dan menyentuh hati. Saya rasa ini yang membuat kita latah menyebut kata tersebut seakan - akan kita menuntut itu diterapkan dalam kehidupan dan berbangsa dan bernegara terlebih dalam berinteraksi dengan sesama manusia sebagai mahluk sosial.

Sebelum masuk kedalam pembahasan makna "Memanusiakan Manusia", saya mencoba memberi contoh tokoh di Indonesia yang disebut telah melakukan hal yang "Memanusiakan Manusia. Contoh ini saya buat agar kita lebih mudah memahami maknanya nantinya. Bener engga ? Biar agak simple dicerna dan di pahami. 😁 saya mengambil Contoh adalah presiden ke-4 Indonesia ialah Gus Dur.

Gus Dur disebut telah "Memanusiakan Manusia" karena sikap mantan presiden RI ini yang berpegang pada nilai keadilan, kesetaraan serta nilai persaudaraan. Gus Dur sosok pemimpin, pembela rakyat marjinal, pembela minoritas agama etnis yang hak-haknya terhalangi baik dalam berkeyakinan, beragama atau mendirikan rumah ibadah. Selain itu, keyakinannya pada iman yang terbuk sehingga mengembangkan Pluralisme.

Saya inget kata kata beliau :
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu'"~ Gus Dur.

Banyak lagi tokoh di Indonesia ini yang disebut telah menerapkan "Memanusiakan Manusia". Namun tidak bisa saya tuliskan seluruhnya dalam tulisan ini. tokoh diatas hanya untuk membantu kita memahami konsep "Memanusiakan Manusia".

Menurut saya , Kata - kata "Memanusiakan Manusia" ini memang kerap ditujukan pada pelayanan pemerintah kepada rakyatnya. Singkatnya, pelayanan publik yang dirasakan oleh masyarakat.

Konsep "Memanusiakan Manusia" bukanlah hanya terbatas di bidang pelayanan publik saja. Itu terlalu sempit. Kata - kata "Memanusiakan Manusia" menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia.

Bahkan dunia pendidikan di Indonesia juga menggunakan konsep ini. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini pun dibuat dengan dasar konsep "Memanusiakan Manusia". Di internet bisa cari tentang hal ini ,zamannya sudah canggih. Anak-anak zaman now pasti cepet kalo disuruh main gadget wkwkwk

Sejatinya, konsep "Memanusiakan Manusia" merupakan bagian dari humanisme. Humanisme berasal dari kata Latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia (A.Mangunhardjana dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71).

Dari berbagai literatur yang saya baca, pengertian humanisme adalah paham yang bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik.

Dalam apliasinya, humanisme tidak memandang bangsa, agama, daerah, suku, warna kulit dan sejenisnya. Ia memperlakukan dan berusaha membantu siapa pun itu manusianya. Tidak memandang ia baik atau jahat, kawan atau musuh. Namun penulis tidak akan masuk kedalam paham Humanisme dari segi Agama. Karena ketika ilmu pengetahuan dibenturkan dengan agama , akan bergesekan dan tidak bisa disatukan .

Selain itu dalam persepsi masyarakat terkait istilah memanusiakan manusia merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya.

Jadi, kata - kata "Memanusiakan Manusia" bukanlah diartikan secara harfiah. Melakukan hal "Memanusiakan Manusia" bukan berarti sebelumnya kita memperlakukan manusia tidak seperti manusia. Itu adalah pemahaman yang SANGAT SALAH.

Ada juga pengertian "Memanusiakan Manusia" adalah menjadi manusia seutuhnya. Artinya, sebagai ciptaan Tuhan paling mulia, kebahagiaan utama adalah tatkala kita dapat menjadikan sesama manusia lebih terdidik, lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar, dan lebih baik hidupnya. Di situlah baru seseorang benar-benar memperoleh ‘gelar kemanusiaannya’. Selama kepintaran, keterdidikan, kesuksesan, kekayaan, dan semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri, berarti belum menjadi manusia utuh sebagaimana seharusnya.

Tambahan dari saya , konsep "Memanusiakan Manusia" yang lebih mendasar yakni memanusiakan manusia yang memiliki cita-cita sama ingin selalu dihormati dan dihargai. Itu adalah keinginan mendasar dari seorang manusia, terutama ingin DIHARGAI. Terlebih dalam interaksi dengan sesama manusia termasuk orang per orangan.

Dihargai dalam konteks ini adalah, kehadiran kita, apa yang kita kerjakan semetinya dihargai. Hal ini lebih tepat dikaitkan dengan hubungan dengan sesama sehari - hari maupun dalam pekerjaan. Terlepas adanya kesalahan yang dibuat, kita sebagai manusia harus dihargai. Walau posisi kita sebagai bawahan, misalnya dalam pekerjaan, atasan tetaplah harus mengahargai kita. Cara menegor kita bila ada pekerjaan yang salah dan sebagainya.

Kita begitu senang bila pelayanan sebuah perusahaan publik sangat baik bagi kita. Baik dalam permasalahan, perusahaan tersebut tetap melayani kita dengan baik dan santun. Kita pun akan menyebutnya tindakan yang "Memanusiakan Manusia".

Dapat dibayangkan, bila konsep "Memanusiakan Manusia" ini kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari, baik dalam lingkup pertemanan, organisasi dan di pekerjaan, akan tercipta hidup yang harmonis. Sesama manusia saling menghargai.
Tidak ada tindakan yang merendahkan, mencibir atau hal lainnya yang membuat sakit hati dan sebagainya.

Bila itu diterapkan dalam sebuah pelayanan publik, maka pelayanan publik pun berjalan dengan bagus.

Memang tidak ada batasan atau ukuran pasti kita sudah melakukan hal "Memanusiakan manusia". Tidak ada juga ukuran yang pasti kita melakukan hal yang "Tidak Memanusiakan Manusia". Ukuran ini terkait dengan rasa prikemanusiaan yang ada dalam diri kita.

Namun ada baiknya rasa prikemanusiaan kita dipertebal akan kita semakin peduli terhadap sesama. Kepedulian kita dalam bentuk nyata akan membawa kita ke arah tindakan "Memanusiakan Manusia".

Hal yang paling mendasar dalam menerapkan konsep "Memanusiakan Manusia pada paham Humanisme adalah KASIH. Kala kita berbuat tanpa memandang suku, ras, warna kulit dan lainnnya serta kepedulian kepada sesama manusia semua itu sudah mencakup dalam KASIH.

KASIH pada konteks ini adalah melempar diri sendiri keluar untuk menjadi satu dengan yang dikasihi, siapapun, apapun bagaimanapun yang dikasihinya. Ini melebihi dari arti Humanisme. Kasih kepada sesama berarti kita harus mampu menghargai, menghormati sesama sesuai dengan martabatnya.

Saya sendiri memang masih belajar memahami konsep "Memanusiakan Manusia" dalam paham Humanisme. Apalagi menerapkan KASIH. Tulisan ini hanya untuk membantu kita memahami konsep "Memanusikan Manusia" dalam penerapan sehari - hari. Semoga kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari - hari.

Tulisan ini memang sangat sederhana dan masih banyak lagi kekurangan. Namun saya sebagai penulis berharap bisa membantu kita memahami makna dari "Memanusiakan Manusi" agar kita tidak salah mengartikan. Mohon juga diberi kritik atas tulisan ini. 😁😁😁😁

                                                  #MERDEKA100%

Jumat, 08 Desember 2017

Semua orang itu guru, Alam Raya Sekolahku

hallo all friends in cyberspace 😁
semalam saya sudah menulis artikel terkait dengan freedom of expression ( kebebasan berpendapat) pagi hari ini saya akan menulis suatu artikel yang membuat saya mengenal sosok diri saya yg sebenarnya . Dengan seiring dialektika yang berjalan begitu cepat bagiku,  jatidiri saya muncul dengan sendirinya mengukur dengan realitas kehidupan saya dari anak" menuju Dewasa . Artikel ini saya beri judul " semua orang itu guru, Alam Raya Sekolahku" kenapa saya ingin memberi judul itu , pokoknya ini akan menceritakan proses perjalanan kehidupan saya belajar dengan sebuah realita kehidupan. Wkwkwkwkwk yg pasti bakalan seru dan enjoy untuk yg lagi baca , kali aja yg baca berpikir ingin menceritakan hal yg samaa 🤣 ceritakanlah ketika sejarah mu itu asik hihi. 😁😎.

"Alam Raya telah mengajarkanku arti kehidupan bagiku, suatu proses dialektika kehidupan harus  berjalanlah Jangan Berlari, Karena Hidup Adalah Perjalanan Bukan sebuah Pelarian".

Berbicara semua orang itu guru, alam raya sekolahku.  Menurut saya ,Seluruh manusia di dunia  ini adalah guru terbaik untuk kehidupan seseseorang (termasuk saya) dan alam raya ini adalah sekolah paling besar yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi. Sekolah tidak harus duduk berjam-jam di gedung sekolah membawa buku catetan lalu di ujiankan saat periode pembelajaran berakhir. Guru bukan hanya seseorang yang menamatkan pendidikan bertahun-tahun di fakultas keguruan yang pekerjaan mengajar di kelas. Ternyata lebih dari itu, semua orang adalah guru. Semua punya kecerdasan dalam bidang-bidangnya masing yang ia kuasai. Semua orang mengajarkan cara bagaimana dia hidup, mengerjakan sesuatu, bertingkah laku sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain, dan segala hal yang tidak pernah sama orang dengan yang lainnya.

Saat sekolah di SMK saya hanya mengetahui bahwa guru adalah guru dengan artian yang sebenarya. Ada pak guru bahasa inggris, bu guru ekonomi, pak guru fisika dan lain-lain. Pak satpam bukanlah guru, Tukang kebun bukanlah guru, teman sekolah bukanlah guru, dan orangtuaku bukanlah guru karena tugas mereka tidak mengajar. Tugas mereka mengerjakan segala sesuatu dengan bidang masing - masing. Tidak datang ke sekolah mengajarkan materi pembelajaran sampai bel berbunyi.🤣 Tidak memeriksa ujian dan tidak menghukum kalau tidak mengerjakan PR.

Saya juga mengira sekolah adalah "sekolah" dalam artian yang sesungguhnya. Sekolah adalah sebuah gedung yang punya puluhan kursi untuk duduk siswa-siswa berseragam yang ramai dari jam 7 pagi sampai sore hari ( apa bedanya dengan buruh) 😁,  Disana ada papan tulis lengkap dengan kapur tulis, penghapus dan sebagainya. Sekolah setau saya hanya sebatas gedung yang dihuni guru dan siswa dan terdapat fasilitas yang mendukung kegiatan mengajar. Tidak lebih dari itu.

"Guru bukan lah dewa yang selalu benar , dan murid bukanlah kerbau "

Seiring dengan berjalannya waktu dan perjalanan hidup yang menuntun saya untuk berpikir bahwa pikiran saya sangat dangkal (cetek). Melihat sesuatu dengan sudut sempit sehingga mengerdilkan arti harafiah yang sesungguhnya dari suatu hal yang padahal maknanya melebih itu semua. Saat mulai merasa peka terhadap realita sosial yang ada sekitar saat itulah saya mempelajari bahwa pemikiran saya salah. Saya mencoba berpikir objektif dengan skala yang lebih luas. 

Ternyata semua orang adalah guru, alam raya sekolahku. Semua mempunyai keahliannya masing-masing. Semua orang punya ilmu mereka masing. Mereka secara tidak langsung memberi kita contoh terhadap satu hal walaupun mereka tidak pernah mengajarkan kita secara langsung. Mereka adalah guru dari kehidupan yang saya alami. Mereka yang saya sebut adalah semua orang. Semua orang yang ada dalam kehidupan saya adalah guru terbaik bagi saya. Pengalaman mereka adalah sebuah pelajaran. Kegiatan mereka adalah contoh. Perilaku baik mereka adalah tauladan. Kira kira seperti itu saya berpandangan kesemua orang.tuhan tidak menciptakan ketidakadilan, melainkan semua manusia itu sama rata .tetap bersyukur menjalankan kehidupan. Semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan  jadi saling melengkapi satu dengan yg lain.
Tidak ada manusia yg sempurna . sekelas ketua DPR ( Dewan permusyawaratan Rakyat) aja mempunyai kekurangan , yaitu korupsi uang rakyat. Tapi bisa dibilang guru juga, 😁🤣 guru rampok kayanya pas untuk sebutannya ,sepakat engga? 🤣 Rakyatnya miskin pak jangan dirampok ,rampok aja tuh pendatang yang membangun seenaknya di tanah pertiwi ini hahaha

Kembali lagi kecerita kehidupan saya kawan, saya memberi contoh kenapa semua orang itu guru, Misal dari penjaga sekolah saya yang bernama mang diman. saya bertemu di sekolah yang dulu tidak saya anggap sebagai guru ternyata beliau adalah seorang guru.beliau mengajarkan saya bagaimana bangun pagi setiap hari lebih pagi dari warga sekolah. Mereka mengajarkan kita tentang ketulusan untuk mebersihkan ruangan kelas mempersiapkan untuk proses mengajar warga sekolah,  dari orang-orang yang tidak tertib membuang sampah di kelas yg membuat ruangan kelas kotor dan harus dibersihkan ketika ingin dilakukan pembelajaran. Begitulah seterusnya. Banyak ilmu yang sebenarnya kita bisa dapat dari hal-hal kecil dari semua orang asalkan kita peka terhadap realita  melihat keadaan sekitar. 

Disekolah kehidupan ini kita adalah murid yang selalu bodoh, bagai gelas kosong yang tak pernah penuh diisi oleh air kita akan selalu haus oleh ilmu yang dimiliki orang lain. Dari situlah kita bisa banyak belajar tentang ilmu kehidupan dari seorang yang memilikinya. Contoh yang baik buang yang jelek, karena tidak semua orang mengajarkan yang baik adakalanya berbuat khilaf dan salah karena kita semua manusia. Manusia tempatnya salah dan khilaf, manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil hikmah dari semua ha yang dia alami. Itulah yang disebut ilmu kehidupan.

Pokoknya baca sampe akhir, artikel ini asik dan enjoy untuk dibaca.
😃😃😃😃😁😁

Saya menemukan ilmu kehidupan ketika beranjak kuliah. Di kuliah ini banyak sekali orang-orang hebat yang saya temui. Dari seorang aktivis yang hebat dan punya gairah tinggi terhadap ketidakadilan pemerintah, orang-orang cerdas dari kampung halamanya & saya dipertemukan oleh organisasi SEMA FISIP UNISMA Bekasi yang mengajarkanku menjadi PEMIMPIN , yang harus berpikir cepat dan bertindak cepat. ✊

Hidup itu luar biasa jika kita memaknai dengan luar biasa. Selalu bersyukur bertemu dengan orang-orang terbaik di negeri ini yang menempa ilmu.

Ada seorang sahabat saya berasal dari NTB tepatnya di flores,  yang memperkenalkan saya tentang istilah ilmu kehidupan. Sambil memakan somay mang giting ,pojok kantin kampus pada waktu itu. 😆 Kami banyak bercerita tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang sebenarnya dimiliki setiap orang tetapi tidak banyak secara langsung orang dapat memahaminya. Dari hal-hal kecil kami bisa bercengkerama sampai berjam-jam sambil menikmati somay dan mengambil hikmah dari hal-hal kecil lalu membuatnya berarti untuk kehidupan itu luar biasa.

Saling berbagi cerita tentang kehidupan yang dijalani merupakan metode bagus untuk mengasah ilmu kehidupan tersebut. Ilmu kehidupan sebenarnya ada dan nyata dalam kehidupan kita tetapi tak banyak orang bisa peka menangkapnya. Butuh kepekaan dan analisa yang mendalam untuk mengambilnya dan menurut saya lebih baik diutarakan bersama seorang kawan agar tidak ada penghakiman sepihak. 

Jangan bosen dulu masih ada yg seru pokoknya wkwkwkwk

Mengambil ilmu kehidupan dari setiap orang sebenarnya tidak susah, yang dibutuhkan hanyalah kepekaan dan kemampuan untuk berpikir secara menyeluruh dan mengambil perspektif dengan positif. Semua hal ada ratusan perspektif tetapi ada saja cara untuk memaknainya dengan positif. Di alam raya ini menurutku adalah sekolah terbesar yang pernah diciptakan Tuhan. Tuhan adalah kepala sekolahnya. Tuhan akan menilai berapa nilai raportmu di sekolah kehidupan ini. Apakah kamu akan lolos dari ujian kehidupan yang DIA buat dengan ujian yang tidak kita sangka datangnya.

Guru kita adalah semua orang. Dari mereka kita belajar banyak hal asalkan kita bisa memaknai hal tersebut dengan arti yang baik bagi kita sendiri. Dan kita adalah pembelajar abadi di sekolah kehidupan ini. Biar hidup yang membentuk kita sebagai murid yang gagal ataupun berhasil dan biar Tuhan yang berhak menilai kita sudah lulus atau belum dengan ujian kehidupannya.

Terimakasih untuk proses dealektika kehidupanku , terimakasih untuk semua orang karena mereka adalah guruku, dan alam raya yang akan terus memberikan pelajaran proses dealektika memaknai ilmu kehidupan. Hay kau wanita penyuka cokelat, tetap semangat menikmati dealektika kehidupan buat sejarahmu berkesan , agar skenariomu nanti asik & enjoy untuk diceritakan kepada cucumu . Salam dariku untuk mu 🌟🌟👊👊🌟🌟😄