Jumat, 08 Desember 2017

Semua orang itu guru, Alam Raya Sekolahku

hallo all friends in cyberspace 😁
semalam saya sudah menulis artikel terkait dengan freedom of expression ( kebebasan berpendapat) pagi hari ini saya akan menulis suatu artikel yang membuat saya mengenal sosok diri saya yg sebenarnya . Dengan seiring dialektika yang berjalan begitu cepat bagiku,  jatidiri saya muncul dengan sendirinya mengukur dengan realitas kehidupan saya dari anak" menuju Dewasa . Artikel ini saya beri judul " semua orang itu guru, Alam Raya Sekolahku" kenapa saya ingin memberi judul itu , pokoknya ini akan menceritakan proses perjalanan kehidupan saya belajar dengan sebuah realita kehidupan. Wkwkwkwkwk yg pasti bakalan seru dan enjoy untuk yg lagi baca , kali aja yg baca berpikir ingin menceritakan hal yg samaa 🤣 ceritakanlah ketika sejarah mu itu asik hihi. 😁😎.

"Alam Raya telah mengajarkanku arti kehidupan bagiku, suatu proses dialektika kehidupan harus  berjalanlah Jangan Berlari, Karena Hidup Adalah Perjalanan Bukan sebuah Pelarian".

Berbicara semua orang itu guru, alam raya sekolahku.  Menurut saya ,Seluruh manusia di dunia  ini adalah guru terbaik untuk kehidupan seseseorang (termasuk saya) dan alam raya ini adalah sekolah paling besar yang pernah diciptakan Tuhan di muka bumi. Sekolah tidak harus duduk berjam-jam di gedung sekolah membawa buku catetan lalu di ujiankan saat periode pembelajaran berakhir. Guru bukan hanya seseorang yang menamatkan pendidikan bertahun-tahun di fakultas keguruan yang pekerjaan mengajar di kelas. Ternyata lebih dari itu, semua orang adalah guru. Semua punya kecerdasan dalam bidang-bidangnya masing yang ia kuasai. Semua orang mengajarkan cara bagaimana dia hidup, mengerjakan sesuatu, bertingkah laku sehingga menjadi teladan yang baik bagi orang lain, dan segala hal yang tidak pernah sama orang dengan yang lainnya.

Saat sekolah di SMK saya hanya mengetahui bahwa guru adalah guru dengan artian yang sebenarya. Ada pak guru bahasa inggris, bu guru ekonomi, pak guru fisika dan lain-lain. Pak satpam bukanlah guru, Tukang kebun bukanlah guru, teman sekolah bukanlah guru, dan orangtuaku bukanlah guru karena tugas mereka tidak mengajar. Tugas mereka mengerjakan segala sesuatu dengan bidang masing - masing. Tidak datang ke sekolah mengajarkan materi pembelajaran sampai bel berbunyi.🤣 Tidak memeriksa ujian dan tidak menghukum kalau tidak mengerjakan PR.

Saya juga mengira sekolah adalah "sekolah" dalam artian yang sesungguhnya. Sekolah adalah sebuah gedung yang punya puluhan kursi untuk duduk siswa-siswa berseragam yang ramai dari jam 7 pagi sampai sore hari ( apa bedanya dengan buruh) 😁,  Disana ada papan tulis lengkap dengan kapur tulis, penghapus dan sebagainya. Sekolah setau saya hanya sebatas gedung yang dihuni guru dan siswa dan terdapat fasilitas yang mendukung kegiatan mengajar. Tidak lebih dari itu.

"Guru bukan lah dewa yang selalu benar , dan murid bukanlah kerbau "

Seiring dengan berjalannya waktu dan perjalanan hidup yang menuntun saya untuk berpikir bahwa pikiran saya sangat dangkal (cetek). Melihat sesuatu dengan sudut sempit sehingga mengerdilkan arti harafiah yang sesungguhnya dari suatu hal yang padahal maknanya melebih itu semua. Saat mulai merasa peka terhadap realita sosial yang ada sekitar saat itulah saya mempelajari bahwa pemikiran saya salah. Saya mencoba berpikir objektif dengan skala yang lebih luas. 

Ternyata semua orang adalah guru, alam raya sekolahku. Semua mempunyai keahliannya masing-masing. Semua orang punya ilmu mereka masing. Mereka secara tidak langsung memberi kita contoh terhadap satu hal walaupun mereka tidak pernah mengajarkan kita secara langsung. Mereka adalah guru dari kehidupan yang saya alami. Mereka yang saya sebut adalah semua orang. Semua orang yang ada dalam kehidupan saya adalah guru terbaik bagi saya. Pengalaman mereka adalah sebuah pelajaran. Kegiatan mereka adalah contoh. Perilaku baik mereka adalah tauladan. Kira kira seperti itu saya berpandangan kesemua orang.tuhan tidak menciptakan ketidakadilan, melainkan semua manusia itu sama rata .tetap bersyukur menjalankan kehidupan. Semua orang mempunyai kelebihan dan kekurangan  jadi saling melengkapi satu dengan yg lain.
Tidak ada manusia yg sempurna . sekelas ketua DPR ( Dewan permusyawaratan Rakyat) aja mempunyai kekurangan , yaitu korupsi uang rakyat. Tapi bisa dibilang guru juga, 😁🤣 guru rampok kayanya pas untuk sebutannya ,sepakat engga? 🤣 Rakyatnya miskin pak jangan dirampok ,rampok aja tuh pendatang yang membangun seenaknya di tanah pertiwi ini hahaha

Kembali lagi kecerita kehidupan saya kawan, saya memberi contoh kenapa semua orang itu guru, Misal dari penjaga sekolah saya yang bernama mang diman. saya bertemu di sekolah yang dulu tidak saya anggap sebagai guru ternyata beliau adalah seorang guru.beliau mengajarkan saya bagaimana bangun pagi setiap hari lebih pagi dari warga sekolah. Mereka mengajarkan kita tentang ketulusan untuk mebersihkan ruangan kelas mempersiapkan untuk proses mengajar warga sekolah,  dari orang-orang yang tidak tertib membuang sampah di kelas yg membuat ruangan kelas kotor dan harus dibersihkan ketika ingin dilakukan pembelajaran. Begitulah seterusnya. Banyak ilmu yang sebenarnya kita bisa dapat dari hal-hal kecil dari semua orang asalkan kita peka terhadap realita  melihat keadaan sekitar. 

Disekolah kehidupan ini kita adalah murid yang selalu bodoh, bagai gelas kosong yang tak pernah penuh diisi oleh air kita akan selalu haus oleh ilmu yang dimiliki orang lain. Dari situlah kita bisa banyak belajar tentang ilmu kehidupan dari seorang yang memilikinya. Contoh yang baik buang yang jelek, karena tidak semua orang mengajarkan yang baik adakalanya berbuat khilaf dan salah karena kita semua manusia. Manusia tempatnya salah dan khilaf, manusia yang baik adalah manusia yang bisa mengambil hikmah dari semua ha yang dia alami. Itulah yang disebut ilmu kehidupan.

Pokoknya baca sampe akhir, artikel ini asik dan enjoy untuk dibaca.
😃😃😃😃😁😁

Saya menemukan ilmu kehidupan ketika beranjak kuliah. Di kuliah ini banyak sekali orang-orang hebat yang saya temui. Dari seorang aktivis yang hebat dan punya gairah tinggi terhadap ketidakadilan pemerintah, orang-orang cerdas dari kampung halamanya & saya dipertemukan oleh organisasi SEMA FISIP UNISMA Bekasi yang mengajarkanku menjadi PEMIMPIN , yang harus berpikir cepat dan bertindak cepat. ✊

Hidup itu luar biasa jika kita memaknai dengan luar biasa. Selalu bersyukur bertemu dengan orang-orang terbaik di negeri ini yang menempa ilmu.

Ada seorang sahabat saya berasal dari NTB tepatnya di flores,  yang memperkenalkan saya tentang istilah ilmu kehidupan. Sambil memakan somay mang giting ,pojok kantin kampus pada waktu itu. 😆 Kami banyak bercerita tentang ilmu kehidupan. Ilmu yang sebenarnya dimiliki setiap orang tetapi tidak banyak secara langsung orang dapat memahaminya. Dari hal-hal kecil kami bisa bercengkerama sampai berjam-jam sambil menikmati somay dan mengambil hikmah dari hal-hal kecil lalu membuatnya berarti untuk kehidupan itu luar biasa.

Saling berbagi cerita tentang kehidupan yang dijalani merupakan metode bagus untuk mengasah ilmu kehidupan tersebut. Ilmu kehidupan sebenarnya ada dan nyata dalam kehidupan kita tetapi tak banyak orang bisa peka menangkapnya. Butuh kepekaan dan analisa yang mendalam untuk mengambilnya dan menurut saya lebih baik diutarakan bersama seorang kawan agar tidak ada penghakiman sepihak. 

Jangan bosen dulu masih ada yg seru pokoknya wkwkwkwk

Mengambil ilmu kehidupan dari setiap orang sebenarnya tidak susah, yang dibutuhkan hanyalah kepekaan dan kemampuan untuk berpikir secara menyeluruh dan mengambil perspektif dengan positif. Semua hal ada ratusan perspektif tetapi ada saja cara untuk memaknainya dengan positif. Di alam raya ini menurutku adalah sekolah terbesar yang pernah diciptakan Tuhan. Tuhan adalah kepala sekolahnya. Tuhan akan menilai berapa nilai raportmu di sekolah kehidupan ini. Apakah kamu akan lolos dari ujian kehidupan yang DIA buat dengan ujian yang tidak kita sangka datangnya.

Guru kita adalah semua orang. Dari mereka kita belajar banyak hal asalkan kita bisa memaknai hal tersebut dengan arti yang baik bagi kita sendiri. Dan kita adalah pembelajar abadi di sekolah kehidupan ini. Biar hidup yang membentuk kita sebagai murid yang gagal ataupun berhasil dan biar Tuhan yang berhak menilai kita sudah lulus atau belum dengan ujian kehidupannya.

Terimakasih untuk proses dealektika kehidupanku , terimakasih untuk semua orang karena mereka adalah guruku, dan alam raya yang akan terus memberikan pelajaran proses dealektika memaknai ilmu kehidupan. Hay kau wanita penyuka cokelat, tetap semangat menikmati dealektika kehidupan buat sejarahmu berkesan , agar skenariomu nanti asik & enjoy untuk diceritakan kepada cucumu . Salam dariku untuk mu 🌟🌟👊👊🌟🌟😄

Tidak ada komentar:

Posting Komentar