Minggu, 10 Desember 2017

Manusia yang Memanusiakan Manusia

Selamat malam , kali ini saya akan menceritakan terkait dengan tingkah prilaku Manusia antara manusia . Artikel ini menurut saya sangat baik & menarik untuk kawan kawan baca 😃 , karena sebagai makhluk sosial kita tidak akan bisa terlepas dari sosok orang lain . Iya engga sih , ada engga yang hidup tanpa bantuan orang lain (sebatangkara). Kalo hidupnya sendiri ? Antara dia gila,  buruk rupa dan memiliki karakter yang buruk terhadap manusia lain , makannya di jauhi oleh manusia yg lainnya dan hidup menyendiri hahahaha kalo saya sih alhamdulilah tidak dijauhin karena berteman dengan baik dan tidak ada dusta di antara kita  wkwkw apalagi kita memliki perasaan kepada lawan jenis , dan engga bisa sendiri pastinya untuk memulai suatu hubungan,harus ada yg menjembatani . Ya engga ? pokoknya makhluk sosial engga bisa hidup sendiri karena setiap kegiatan pasti membutuhkan teman untuk membantu 😁 dalam kontek ini engga ada yang saling mengandalkan dan memanfaatkan seseorang (teman) karena sejatinya manusia adalah makhluk sosial dimanapun manusia berada pasti bersosial wkwkwkwk engga enak juga sih kalo hidup sendiri , kemana mana pasti bingung ,kaya hati gue 😁😁😁😁 eh jadi curhat . Cokelat just kiding🤣🤣 lanjut lagi yaa , dalam artikel ini gue akan memberi judul "Manusia yang Menanusiakan Manusia". Saik engga judulnya , bikin kalian berfikir arti manusia yang sesungguhnya kan 😁 tenang saya kasih sedikit pemaparan terkait dengan judul artikel ini, semoga yang membaca betah dan enjoy 👍😁

Apa sih arti Memanusiakan Manusia? Kata -kata itu begitu populer dan kerap diucapkan saat ini. Bahkan kita terkesan seolah - olah latah mengucapkan kata - kata tersebut.

Kata - kata "Memanusiakan Manusia" memang begitu indah. Maknanya pun sangat dalam dan menyentuh hati. Saya rasa ini yang membuat kita latah menyebut kata tersebut seakan - akan kita menuntut itu diterapkan dalam kehidupan dan berbangsa dan bernegara terlebih dalam berinteraksi dengan sesama manusia sebagai mahluk sosial.

Sebelum masuk kedalam pembahasan makna "Memanusiakan Manusia", saya mencoba memberi contoh tokoh di Indonesia yang disebut telah melakukan hal yang "Memanusiakan Manusia. Contoh ini saya buat agar kita lebih mudah memahami maknanya nantinya. Bener engga ? Biar agak simple dicerna dan di pahami. 😁 saya mengambil Contoh adalah presiden ke-4 Indonesia ialah Gus Dur.

Gus Dur disebut telah "Memanusiakan Manusia" karena sikap mantan presiden RI ini yang berpegang pada nilai keadilan, kesetaraan serta nilai persaudaraan. Gus Dur sosok pemimpin, pembela rakyat marjinal, pembela minoritas agama etnis yang hak-haknya terhalangi baik dalam berkeyakinan, beragama atau mendirikan rumah ibadah. Selain itu, keyakinannya pada iman yang terbuk sehingga mengembangkan Pluralisme.

Saya inget kata kata beliau :
"Tidak penting apa pun agama atau sukumu. Kalau kamu bisa melakukan sesuatu yang baik untuk semua orang, orang tidak pernah tanya apa agamamu'"~ Gus Dur.

Banyak lagi tokoh di Indonesia ini yang disebut telah menerapkan "Memanusiakan Manusia". Namun tidak bisa saya tuliskan seluruhnya dalam tulisan ini. tokoh diatas hanya untuk membantu kita memahami konsep "Memanusiakan Manusia".

Menurut saya , Kata - kata "Memanusiakan Manusia" ini memang kerap ditujukan pada pelayanan pemerintah kepada rakyatnya. Singkatnya, pelayanan publik yang dirasakan oleh masyarakat.

Konsep "Memanusiakan Manusia" bukanlah hanya terbatas di bidang pelayanan publik saja. Itu terlalu sempit. Kata - kata "Memanusiakan Manusia" menyentuh seluruh dimensi kehidupan manusia.

Bahkan dunia pendidikan di Indonesia juga menggunakan konsep ini. Kurikulum pendidikan di Indonesia saat ini pun dibuat dengan dasar konsep "Memanusiakan Manusia". Di internet bisa cari tentang hal ini ,zamannya sudah canggih. Anak-anak zaman now pasti cepet kalo disuruh main gadget wkwkwk

Sejatinya, konsep "Memanusiakan Manusia" merupakan bagian dari humanisme. Humanisme berasal dari kata Latin humanus dan mempunyai akar kata homo yang berarti manusia. Humanus berarti sifat manusiawi atau sesuai dengan kodrat manusia (A.Mangunhardjana dalam Haryanto Al-Fandi, 2011:71).

Dari berbagai literatur yang saya baca, pengertian humanisme adalah paham yang bertujuan menghidupkan rasa perikemanusiaan dan mencita-citakan pergaulan hidup yang lebih baik.

Dalam apliasinya, humanisme tidak memandang bangsa, agama, daerah, suku, warna kulit dan sejenisnya. Ia memperlakukan dan berusaha membantu siapa pun itu manusianya. Tidak memandang ia baik atau jahat, kawan atau musuh. Namun penulis tidak akan masuk kedalam paham Humanisme dari segi Agama. Karena ketika ilmu pengetahuan dibenturkan dengan agama , akan bergesekan dan tidak bisa disatukan .

Selain itu dalam persepsi masyarakat terkait istilah memanusiakan manusia merupakan upaya untuk membuat manusia menjadi berbudaya.

Jadi, kata - kata "Memanusiakan Manusia" bukanlah diartikan secara harfiah. Melakukan hal "Memanusiakan Manusia" bukan berarti sebelumnya kita memperlakukan manusia tidak seperti manusia. Itu adalah pemahaman yang SANGAT SALAH.

Ada juga pengertian "Memanusiakan Manusia" adalah menjadi manusia seutuhnya. Artinya, sebagai ciptaan Tuhan paling mulia, kebahagiaan utama adalah tatkala kita dapat menjadikan sesama manusia lebih terdidik, lebih bermartabat, lebih sukses, lebih pintar, dan lebih baik hidupnya. Di situlah baru seseorang benar-benar memperoleh ‘gelar kemanusiaannya’. Selama kepintaran, keterdidikan, kesuksesan, kekayaan, dan semua kelebihan yang dimiliki hanya untuk kepentingan dan kepuasan diri sendiri, berarti belum menjadi manusia utuh sebagaimana seharusnya.

Tambahan dari saya , konsep "Memanusiakan Manusia" yang lebih mendasar yakni memanusiakan manusia yang memiliki cita-cita sama ingin selalu dihormati dan dihargai. Itu adalah keinginan mendasar dari seorang manusia, terutama ingin DIHARGAI. Terlebih dalam interaksi dengan sesama manusia termasuk orang per orangan.

Dihargai dalam konteks ini adalah, kehadiran kita, apa yang kita kerjakan semetinya dihargai. Hal ini lebih tepat dikaitkan dengan hubungan dengan sesama sehari - hari maupun dalam pekerjaan. Terlepas adanya kesalahan yang dibuat, kita sebagai manusia harus dihargai. Walau posisi kita sebagai bawahan, misalnya dalam pekerjaan, atasan tetaplah harus mengahargai kita. Cara menegor kita bila ada pekerjaan yang salah dan sebagainya.

Kita begitu senang bila pelayanan sebuah perusahaan publik sangat baik bagi kita. Baik dalam permasalahan, perusahaan tersebut tetap melayani kita dengan baik dan santun. Kita pun akan menyebutnya tindakan yang "Memanusiakan Manusia".

Dapat dibayangkan, bila konsep "Memanusiakan Manusia" ini kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari, baik dalam lingkup pertemanan, organisasi dan di pekerjaan, akan tercipta hidup yang harmonis. Sesama manusia saling menghargai.
Tidak ada tindakan yang merendahkan, mencibir atau hal lainnya yang membuat sakit hati dan sebagainya.

Bila itu diterapkan dalam sebuah pelayanan publik, maka pelayanan publik pun berjalan dengan bagus.

Memang tidak ada batasan atau ukuran pasti kita sudah melakukan hal "Memanusiakan manusia". Tidak ada juga ukuran yang pasti kita melakukan hal yang "Tidak Memanusiakan Manusia". Ukuran ini terkait dengan rasa prikemanusiaan yang ada dalam diri kita.

Namun ada baiknya rasa prikemanusiaan kita dipertebal akan kita semakin peduli terhadap sesama. Kepedulian kita dalam bentuk nyata akan membawa kita ke arah tindakan "Memanusiakan Manusia".

Hal yang paling mendasar dalam menerapkan konsep "Memanusiakan Manusia pada paham Humanisme adalah KASIH. Kala kita berbuat tanpa memandang suku, ras, warna kulit dan lainnnya serta kepedulian kepada sesama manusia semua itu sudah mencakup dalam KASIH.

KASIH pada konteks ini adalah melempar diri sendiri keluar untuk menjadi satu dengan yang dikasihi, siapapun, apapun bagaimanapun yang dikasihinya. Ini melebihi dari arti Humanisme. Kasih kepada sesama berarti kita harus mampu menghargai, menghormati sesama sesuai dengan martabatnya.

Saya sendiri memang masih belajar memahami konsep "Memanusiakan Manusia" dalam paham Humanisme. Apalagi menerapkan KASIH. Tulisan ini hanya untuk membantu kita memahami konsep "Memanusikan Manusia" dalam penerapan sehari - hari. Semoga kita dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari - hari.

Tulisan ini memang sangat sederhana dan masih banyak lagi kekurangan. Namun saya sebagai penulis berharap bisa membantu kita memahami makna dari "Memanusiakan Manusi" agar kita tidak salah mengartikan. Mohon juga diberi kritik atas tulisan ini. 😁😁😁😁

                                                  #MERDEKA100%

Tidak ada komentar:

Posting Komentar