Minggu, 31 Desember 2017

Orang Miskin di Larang Sakit

Hello..
Good Morning, I will start my life history in 2018, 2017 thanks to give me the impression and deepest meaning of a feeling. my past is very difficult, and in the end I can get out of that zone with a sincerity..
Saya  akan Mengawali tahun 2018  ,dengan  itu ditahun 2018 ini saya ingin menambah sejarahku ditahun ini , dan mengawasi serta mengkritik  setiap kebijakan yang dikeluarkan pemerintah .  akan saya tuangkan gagasan dan kritik saya melalui sebuah tulisan dengan merasakan kegelisahan saya terhadap sistem pemerintahan yang tidak pro dengan rakyat , melihat kondisi situasi daerah maupun situasi nasional . (Kalo menceritakan kamu nanti aja , ngebahas negara dulu) wkwk 😊

Hay kamu .
anak muda harus memiliki jiwa semangat muda, mulailah membuat sejarah mu , agar suatu saat nanti ketika kamu sudah tumbuh menjadi  orang tua dan bahkan nenek & kakek . Kamu bisa menceritakan sejarahmu kelak  kepada cucu dan anak-anak mu 😀 ✊👊

Penulis merasakan memiliki kegelisahaan terkait sistem Kesehatan di Indonesia saat ini,   melihat  realita sosial yang terjadi di lingkungan masyarakat , Maka penulis ingin menulis artikel yg berjudul " Orang Miskin di Larang Sakit". Setiap orang pasti pernah sakit dan pernah bersinggungan dengan petugas kesehatan dan obat-obatan. Setiap orang yang pernah sakit pasti pernah juga merasakan mahalnya biaya pengobatan. Lalu bagaimana dengan mereka yang miskin dan hidup pas-pasan ketika mereka sakit dan harus berobat ?

UUD Pasal 29 tahun 2009 tentang kesehatan
"bahwa kesehatan merupakan hak asasi manusia dan salah satu unsur kesejahteraan yang harus diwujudkan sesuai dengan cita-cita bangsa Indonesia sebagaimana dimaksud dalam Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945"

Berbicara Indonesia , tidak terasa indonesia sudah merdeka selama 72 tahun lamanya . Tetapi sampai saat ini seakan sistem yg diterapkan di Indonesia masih belum bisa dikatakan baik melihat realitas yang terjadi di Indonesia ,  disini saya akan menceritakan bobroknya suatu sistem pemerintah yang di terapkan dalam bidang kesehatan.  Menurut saya sistem kesehatan yang diterapkan oleh pemerintah  saat ini ialah sistem yang pragmatis dan bobrok ,dimana pihak Rumah sakit sudah tidak mementingkan nilai sosialisme kepada seorang pasien. Melainkan memandang secara sistem kapitalisme. Bisa dibilang ketika seseorang  sedang sakit  dan ingin berobat disuatu rumah sakit  swasta atau daerah , pihak rumah sakit akan menanyakan terlebih dahulu disaat  pasien ingin mendaftarkan dirinya terhadap RS ,pihak rumah sakit pasti akan menanyakan ingin  mengunakan asuransi atau menjadi pasien umum. Ketika pasien menggunakan asuransi akan ditanya oleh birokrat mengunakan asuransi pemerintah atau swasta . Pihak rmh sakit terkadang akan menolak pasien yang menggunakan asuransi pemerintah dibandingkan asuransi swasta . Dari sini aja kawan - kawan udah kebayang  sistem pemerintah seperti apa, Kurang lebih seperti itu 😁

Artinya adanya suatu pengambilan sikap yang diambil oleh pihak birokrat terkait dengan melarang asuransi pemerintah masuk didalam sistem rmh sakit mereka , dibandingkan birokrat lebih membuka dan merespon dengan asuransi swasta.  Karena sudah sedikit hilang rasa kepercayaan pihak RS terhadap pemerintah. saat ini pihak rumah sakit banyak yg lebih hati hati menyeleksi para pasien , karena mereka menggunakan sistem kapitalisme . Dimana akan mencari untung sebanyak"nya tidak ingin tau menau terkait dengan kondisimu bagaimana . Bahasanya gini.

"ada uang saya layani dengan baik , tidak ada uang maaf dan silakan pergi. "

Kalo dipikir secara logika sistem kesehatan diindonesia , tidak lagi memanusiakan manusia & tidak mementingkan bagaimana pelayanan, penanganan serta kesembuhan  si pasien . Padahal mereka adalah pelaksana jasa  kesehatan kepada masyarakat . Dimana didalam UUD 1945 tentang kesehatan adalah Hak dasar  bagi warga negara Indonesia. Boro -boro sejahterah untuk memikirkan makan saja terkadang masyarakat  terkendala , apalagi untuk membeli obat dan biaya rumah sakit yang harganya bisa selangit. 😁 Undang -undangnya tertera dibuku negara dan secara APBD dipisahkan untuk kesehatan sekitar 20% dari APBN indonesia. tetapi secara implementasi dan fasilitas tidak sesuai seakan membuat pertanyaan , ada apa dengan pemerintah??  Seharusnya  pemerintah lebih bisa menggurusi dan  Hak dasar warga negara Indonesia dengan sistem kesehatan yang baik dan memberikan kesejahteraan yang layak terhadap rakyat indonesia. sebagai makhluk sosial  harus saling membantu ara sesama . Menurut gue diera globalisasi yang sangat cangih dan modern saat ini adanya sebuah perubahan sikap manusia tanpa kita sadari bersama .

Perubahan sikap itu dari yang bersosialisme berganti menjadi materialisme, Dan uang menjadi tuhan kedua pada saat ini.
Jiwa - jiwa kepekaan terhadap realita sosial & kepedulian antara sesama makhluk sosial semakin meredup dan akan menuju kepada kegelapan( hilang). Adanya sifat Individualisme saat ini , dimana yang kaya akan menjadi kaya raya dan yg miskin akan semakin miskin. Ngeri yaaa bosss 😁😁🤘
#hati- hati kegerus sistem nih.

Perbedaan si miskin dan sikaya semakin terlihat mencolok , terbukti adanya kesenjangan dan kegoyangan BHINEKA TUNGGAL IKA,  saat ini di indonesia . Karena jiwa individualistik & materialistik tumbuh pesat mengikuti arus sistem kapitalisme yang sudah mengerogoti dari kalangan  apapun dan golongan manusia pada saat ini. 

Kondisi kesehatan dan sistem pelayanan kesehatan yang buruk membuat kesehatan menjadi sesuatu yang mahal. Harga obat dan rumah sakit membumbung tinggi tanpa adanya kontrol. Adanya penyakit malah membuat banyak pihak yang terkait dengan badan-badan kesehatan mendapat untung. Pelayanan kesehatan didasarkan atas berapa tebal kantong kita sanggup membayar demi kesembuhan kita. Selain biaya pengobatan yang tinggi dunia kesehatan kita juga diperburuk dengan beredarnya obat-obat palsu, selain itu penyakit juga dijadikan sebagai alat pelindung bagi para koruptor yang akan menjalani persidangan hingga luput dari tuntutan jaksa.

Siapa yang menjadi korban keburukan sistem pelayanan kesehatan yang buruk tersebut ? 

Menurut saya faktor miskinlah yang menjadi korban,  Uang dapat menjadi tuhan kedua & persepsi seseorang  terhadap orang miskin, yang menimbulkan pengaruh pola pikir masyarakat sekitar terhadap simiskin makin buruk. Mereka tidak pernah mendapat layanan kesehatan yang maksimal sementara orang-orang kaya (berduit )dengan mudahnya menikmati fasilitas pengobatan yang terbaik di rumah sakit internasional dengan fasilitas bak hotel berbintang.  Kapitalis medis sudah bermain di indonesia , karena sistem yang sangat mudah untuk pemodal masuk kedalam negara indonesia untuk mendirikan usaha di indonesia. disadarkan betapa buruknya sistem kesehatan di Indonesia yang tak adil dan diskriminatif.

Saya akan menjelaskan kebijakan pemerintah yang menurut saya ,kebijakan ini tidak sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Pada tahun 2010 Pemerintah mengeluarkan kebijakan dibidang kesehatan yaitu jaminan kesehatan :

JAMKESDA(jaminan kesehatan daerah)  ●JAMKESNAS( jaminan kesehatan nasional)

Dari 2 jaminan kesehatan yang diberikan pemerintah terhadap masyarakat,  masih banyak pro dan kontra terkait sistem kesehatan ini. permasalahan yang kerap terjadi di Rumah sakit , seperti banyak penolakan Rumah sakit terkait dengan kartu asuransi pemerintah yang digunakan pasien untuk berobat dan selanjutnya masalah utama  kebijakan ini adalah  suatu proses secara  administrasi pembayaran (ganti rugi) oleh pemerintah terhadap pihak RS yang telah digunakan oleh pasien dengan kartu jaminan kesehatan pemerintah,  pemerintah terkesan lelet terhadap proses pembayaran uang ganti rugi terhadap RS yang telah memberikan pasien berobat menggunakan kartu jaminan kesehatan,  gejolak inilah yang menjadi suatu masalah antara pemerintah dengan Pihak  rumah sakit .

4 tahun kemudian Dengan pemerintah berniat merevolusi melalui bidang kesehatan pada tahun 2014 dikeluarkanlah kartu asuransi BPJS ( badan penyelenggaraan jaminan sosial) dimana bpjs ini adalah subsidi silang antara pemerintah dengan masyarakat. Artinya  dana yang didapat berasal dari iuran masyarakat perbulan yg harus di bayarkan , besar dan kecilnya iuran disesuaikan dengan kelas 1 S.d 3.

Terkait adanya kelas yang diterapkan dalam sistem BPJS , Saya sendiri menolak akan hal itu dan tidak sepakat terkait adanya pengukuran si kaya dan si miskin melalui kelas per kelas BPJS. Dimana-mana sebagai kartu jaminan kesehatan yang dikelolah pemerintah seharusnya secara implementasi kesejahteraan kesehatan di lindungi  dan menjadi tanggung jawab oleh negara.  indonesia itu  menurut gue" bersatu kita tangguh & kuat , bercerai kita terkikis oleh jaman kapitalisme di era globalisasi   " suatu Hak dasar warga negara ketika  berbicara kesehatan, tertera jelas didalam UUD 1945. Saya pribadi menginginkan   hapus sistem BPJS terkait adanya kelas perkelas yang tertera sebagaimana tidak sesuai  dengan pancasila ke 3" keadilalan sosial bagi seluruh bangsa indonesia" ✊ jadi masyarakat indonesia mempunyai hak dasar kesehatan sesuai denga UUD 1945.

Dari kebijakan jaminan kesehatan pemerintah yang terkadang tidak bertanggung jawab kepada masyrakat dan pihak" tertentu yang berhubungan dengan kebijakan ini. Secara tidak langsung pihak rumah sakit sudah tidak percaya lagi  kepada pemerintah terkait dengan adanya asuransi kesehatan yg diluncurkan pemerintah , berupa sebuah kartu yang katanya itu (kartu sakti) . Hahaha sebenarnya dampak dari ketidak percayaan RS terhadap pemerintah ialah masyarakat lagi - lagi yang harus menjadi korbannya dari sistem yang bobrok ini.
banyak orang miskin terlantar nantinya karena untuk menggunakan BPJS saja tidak bisa. Siapa yg harus disalahkan????

Sebuah gambaran sedikit dari saya  ini adalah sebuah realita di RS  tanpa saya gambarnya nama RS itu,  orang miskin menggunakan kartu BPJS kelas 3 ,  dengan proses yg menurut saya  bertele - tele . Ini SDMnya yg kurang ahli atau memang SDMnya terlalu pintar sehingga seperti itu.🤔  Saya gambarkan 2 pasien yang menggunakan bpjs dan pasien umum mengurus proses administrasi pasien dan kamar rawat inap secara berdampingan,  pasien yg menggunakan BPJS menanyakan kamar rawat inap , "birokrat menjawab kamar penuh tunggu diugd aja", tetapi berbeda ketika orang yg disamping bpk menggunakan bpjs terdaftar sebagai pasien umum, respon birokrat berbeda jauh dengan respon yg sebelumnya dengan si miskin. Artinya ada pilih -memilih menentukan pasien yg miskin di acuhkan yang kaya di instankan wkwkwkw padahal sesuai SOP  tidak sesuai, birokrat kaya gini yang menjadi benalu negara wkwkwk

Zaman globalisasi atau bisa dibilang "kids zaman now" . Menurut saya  dijaman modern ini "Tanpa disadari mau tidak mau masyarakat sudah menjadi korban liberalisasi medis dan kapitalisme rumah sakit kesehatan ". Karena para kapitalis sudah mulai menggerogoti sistem dibidang kesehatan indonesia. Walaupun secara visi dan misi  tujuan Rumah Sakit ialah tempat menolong, menyembuhkan dan mengobati  masyarakat yang sedang sakit. Tujuan itu sekarang di nomer duakan oleh pihak RS tersebut, pihak RS lebih mementingkan nilai materi pasien dibanding memberikan pelayanan yang berkualitas , dan cepat..

Perbedaan RS.daerah VS RS.swasta.  adalah :

- Sumber Daya Manusia dan tidak adanya tenaga ahli serta prasarana medis, kurang memadahi karena kebanyakan  ( RS.daerah )bersertifikat C yang minim sekali secara pengobatan medis karena dari segi prasarana kurang memahami

- RS.swasta secara fasilitas diatas dari RS.daerah. bersertifikat lesensi kesehatan paling kecil B , memiliki Sumber Daya Manusia yang memadai, fasilitas menjanjikan , kualitas dokter bagus, banyak tenaga ahli.

Menurut saya kalo dari pandangan secara segi kualitas  RS.swasta lebih baik dari RS.daerah yg dimiliki oleh pemerintah,  kenapa harus kualitas  Rs.swasta yang menjanjikan  dibandingkan dengan RSUD daerah. Kenapa tidak RSUD daerah yang bisa lebih baik secara kualitas, kalo dipikir -pikir yang mempunyai sistem siapan? Apakah pihak pemodal atau pemerintah . Jelas pemerintah indonesia yang telah menerapkan sistem ini,Tetapi seperti pemerintah tunduk terhadap kaum kapitalisme untuk membangun investasi yang sebanyak- banyaknya di Indonesia.  Karena ada suatu perundingan yang membuat pemerintah seakan tunduk walaupun kita tau pemerintah yang memegang sistem saat ini. Secara penyampean pemerintah terhadap masyarakatnya , ada pembagian dana APBN sekitar 20% untuk kesejahteraan kesehatan. Tapi tidak sesuai apa yang telah diterima rakyat indonesia dari kebijakan itu . Lucu yaaa rakyatnya di bohongin terus. Wkwkw untung engga di bohongin kekasih 😁😁 ups, I'm single wkwkwkwk

kenapa pemerintah tidak mengambil sikap dan  memikirkan jangka panjang terkait dengan  kemajuan , kualitas ,dan fasilitas  RS di setiap Daerah sehinga semua masyarakat sama rasa sama rata dalam mendapatkan suatu pelayanan pemerintah dalam bidang kesehatan.

Dengan itu saya akan mencontohkan 2 negara yang menurut saya membuat revolusi secara kebutuhan dan sejahterah bagi rakyatnya. Saya mengambil negara Venezuela dan Cuba. negara kecil yang mempunyai masa lalu hampir sama dengan indonesia . Negara Venezuela dan Cuba adalah negara yang perah dijajah oleh inggris . Dan fase itu mereka lalu sampai kefase ini. mendorong terobosan kesejahteraan kesehatan untuk rakyatnya. Kenapa di Indonesia tidak bisa mengikuti 2 negara kecil itu?

sistem kesehatan Venezuela menerapkan  dokter  untuk  mendatangi setiap  pasien yang membutuhkan pertolongan medis dirumahnya, jadi  tidak memaksakan proses pengobatan harus dirumah sakit dirumah pun bisa dilakukan proses pengobatan secara medis . langkah ini menurut saya adalah suatu terobosan untuk masyarakat yang benar- benar membutuhkan pertolongan medis. Kalo diterapkan di indonesia pasti banyak tontonan disetiap rmh , tau sendiri jiwa kepo warga indonesia besar 😁😁 maunya ikut campur biar dapet imbalan wkwkwkwk

Sedangkan negara Cuba menerapkan sistem kesehatan dengan berani menciptakan  alat medis cangih & modern yang dibutuhkan oleh Rumah sakit di negaranya . Dana dari menciptakan alat medis ,  berasal dari pemerintah membiayai dengan dana APBN negaranya sebagai pengembangan  kualitas Sumber Daya Manusianya.

Seandainya kebijakan itu diterapkan oleh Indonesia , secara kesehatan di sediakan dan difasilitasi oleh pemerintah . Sedikit merdeka lah 😁, INDONESIA merdeka hanya di catatan sejarah dunia saja , di negaranya sendiri kalo saya boleh bilang memang rakyat merasakan kemerdekaan indonesia saat ini? Indonesia belum MERDEKA100% menurut saya, dari kesejahteraan rakyat pun belum dapat dipenuhi oleh pemerintah. rakyat justru yang menanggung beban menjadi korban dari kebijakan pemerintah.
#SAKIT ITU MAHAL , KALO BUAT GUE  👊

Bangsa Indonesia terkenal dengan bangsa yang besar dan memiliki beberapa macam bahasa dan budaya. Ketika sistem pemerintah yang dikeluarkan tidak pro dengan rakyat hanya ada 1 kata . LAWAN!!!
Kita butuh kesejahteraan kesehatan , harus dimiliki oleh semua lapisan masyarakat karena sesuai dengan Hak dasar Warga negara.

#I'msosialisme ✊
#jangantundukpadapemerintah
#rakyatbukankerbauygditusukhidungnya
#bangkitdanmelawan!!

1 komentar: